Ini Dia Penampakan Semut yang Teror Warga di Banyumas

Arbi Anugrah - detikNews
Minggu, 15 Nov 2020 21:11 WIB
Warga Banyumas diteror semut, pohon hingga rumah diserbu. Semut ini diketahui agresif dan saat menggigit meninggalkan rasa pedih dan gatal.
Penampakan semut yang teror warga Banyumas (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Banyumas -

Warga Desa Pageraji, Kecamatan Cilongkok, Banyumas sudah tiga tahun diteror semut yang menyerbu pohon hingga rumah mereka. Semut-semut ini diduga berkembang biak di pengolahan penggergajian. Seperti apa penampakannya?

Pantauan detikcom di lokasi, Minggu (15/11/2020), semut-semut itu tak tampak berbeda dengan semut lainnya. Bentuknya kecil berwarna cokelat kehitaman dan ada yang berwarna cokelat kemerahan.

Semut-semut ini kerap ditemukan di kayu atau pun pepohonan. Semut-semut ini juga tampak berkerumun dan disebut warga lebih agresif karena kerap menggigit.

"Ini sudah miliaran ini semutnya, bukan ribuan apa jutaan lagi. Berawal dari tempat gergaji kayu, saya lihat dulu baris-barisnya nyeberangnya itu ke arah utara terus, tapi waktu itu saya tidak kepikiran mau sampai sebanyak ini," kata warga RT 3/RW 3 Desa Pageraji, Munjiat (50) kepada detikcom, hari ini.

"Ternyata lambat hari tahun ke tahun selama tiga tahun lebih, ternyata sudah mewabah hampir satu RT," sambungnya.

Munjiat menerangkan aktivitas warga pun terganggu karena serbuan semut ini. Selain itu, semut ini biasa keluar saat musim penghujan dan aktif saat malam hari.

"Mengganggunya itu ngigit sama di mata pedih, semutnya juga agresif, misalnya kita ganggu justru nyerang. Semutnya kalau musim kemarau itu lagi dingin jarang. Tapi kalau musim musim kayak gini, musim hujan keluar, terutama malam hari bisa lebih 10 sampai 20 kali lipat dari siang," tuturnya.

Sementara itu, menurut ketua RW 3, Desa Pageraji, Slamet Sunardi mengatakan teror semut itu dilaporkan muncul di 30 rumah warganya. Semut itu juga dikabarkan muncul di Desa Langgongsari yang berbatasan dengan RW-nya.

"Sebenarnya belum satu RT, tapi yang terdampak separuh lebih, kalau dihitung-hitung sudah ada 30 rumahan lebih. Semutnya mengarah ke utara, jadi kalau utara disemprot tapi selatan tidak, ya muncul lagi karena sumbernya dari selatan, bahkan malah sudah ada di Langgongsari itu wilayah desa sebelah sudah melampaui wilayah. Semutnya sama karena ada rambatan pohon ke sana," ucap Slamet.

Rombongan Semut 'Menyerang' Rumah Warga BanyumasRombongan Semut 'Menyerang' Rumah Warga Banyumas Foto: Arbi Anugrah

Untuk penanganan hari ini BPBD Kabupaten Banyumas dan kepolisian melakukan penyemprotan. Water cannon pun dikerahkan untuk menyemprot lokasi yang diduga sarang semut tersebut. Water cannon itu dimanfaatkan untuk menyemprotkan 6 ribu liter pestisida ke lokasi penggergajian kayu di Desa Pageraji.

"Upaya yang dilakukan, yang pertama pembakaran kayu-kayu yang sudah lama dan menjadi sumber semut, ribuan, jutaan bahkan miliaran semut. Selain dibakar, hari ini juga kita semprot (menggunakan water Cannon) bekerja sama dengan Polresta Banyumas melakukan penyemprotan pakai pestisida," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Titik Puji Astuti.

(ams/ams)