Warga Banyumas Diteror Semut, Rumah-Pohon Diserbu

Arbi Anugrah - detikNews
Minggu, 15 Nov 2020 17:53 WIB
Banyumas -

Warga Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Banyumas diteror semut yang menyerbu pohon hingga rumah mereka. Warga resah karena semut-semut itu terus muncul dan menggigit.

Pantauan di lokasi, semut-semut yang meneror warga itu jumlahnya sangat banyak dan bentuknya kecil berwarna cokelat kemerahan. Saat melintas, tak jarang semut-semut tersebut langsung mengigit dan rasanya pedih serta gatal.

"Ini sudah miliaran ini semutnya, bukan ribuan apa jutaan lagi. Berawal dari tempat gergaji kayu, saya lihat dulu baris-barisnya nyeberangnya itu ke arah utara terus, tapi waktu itu saya tidak kepikiran mau sampai sebanyak ini," kata warga RT 3/RW 3 Desa Pageraji, Munjiat (50) kepada detikcom, Minggu (15/11/2020).

"Ternyata lambat hari tahun ke tahun selama tiga tahun lebih, ternyata sudah mewabah hampir satu RT," sambungnya.

Munjiat mengatakan semut-semut itu meresahkan. Sebab, semut-semut itu menyerbu ketika warga tengah tidur atau beraktivitas.

"Dampaknya mengganggu sekali, kalau tidur pada jatuh kengrumut, pada menggigit. Pohon kelapa juga banyak (petani) yang tidak dideres, karena dikuasai oleh semut, sangat meresahkan sekali," ujarnya.

"Mengganggu orang ibadah ya pada gatal gatal kegigit, orang masak, orang tidur pada keganggu semua," keluh Munjiat.

Dia bercerita warga sudah berupaya menyemprot secara mandiri menggunakan sabun, bahn kimia untuk tanaman hingga penyemprot nyamuk. Namun, hal itu tidak mempan menekan semut-semut itu.

"Yang sudah tahu pakai obat nyamuk, memang menpan, tapi berapa banyak kalau harus diteruskan, sedangkan obat nyamuk mahal, untuk sekedar penanggulangan paling saya pakai bedak bayi, sekedar meminimalkan supaya tidak menyerang itu, lalu pakai produk pertanian yang untuk nyemprot-nyemprot tanaman sudah ada regent dan lain lain tapi tidak mempan. Mempan sih, tapi saking banyaknya," jelasnya.

"Kalau disemprot paling serentak, karena sudah menguasai masing-masing pohon dan rumah, jadi ini sudah berkembang biak intinya, tidak tahu dimana sumbernya," ucapnya.

Munjiat menerangkan semut-semut itu juga agresif dan menggigit. Semut ini biasa keluar saat musim penghujan dan aktif saat malam hari.

"Mengganggunya itu ngigit sama di mata pedih, semutnya juga agresif, misalnya kita ganggu justru nyerang. Semutnya kalau musim kemarau itu lagi dingin jarang. Tapi kalau musim musim kayak gini, musim hujan keluar, terutama malam hari bisa lebih 10 sampai 20 kali lipat dari siang," tuturnya.

Selanjutnya teror semut itu dilaporkan sudah merambah ke desa tetangga...