Round-Up

Jadwal Uji Coba Malioboro Bebas Kendaraan Bermotor yang Berubah-ubah

Pradito Rida Pertana - detikNews
Sabtu, 14 Nov 2020 13:46 WIB
Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Dishub DIY) melakukan uji coba bebas kendaraan di kawasan Malioboro. Di hari pertama uji coba Malioboro bebas kendaraan ini suasana tampak lengang dari lalu lalang kendaraan.
Uji coba Malioboro bebas kendaraan bermotor. Foto: Pius Erlangga/detikcom
Yogyakarta -

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan uji coba Malioboro bebas kendaraan bermotor mulai 3-15 November 2020. Dalam pelaksanaannya, sempat terjadi perubahan jadwal atau jam uji coba dari 06.00-22.00 WIB menjadi 18.00-21.00 WIB.

Pelaksanaan uji coba Malioboro bebas kendaraan bermotor ini awalnya diungkapkan oleh Plt Kepala Dinas Perhubungan DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti, pada Sabtu (31/10). Penerapan Malioboro bebas kendaraan bermotor ini dilakukan dalam rangka penataan Malioboro yang merupakan bagian dari kawasan sumbu filosofi. Kawasan Malioboro sendiri sedang diajukan ke world heritage UNESCO.

"Sehingga perlu adanya penanganan rekayasa dan manajemen lalu lintas agar Malioboro bisa mendukung fungsi-fungsi yang menjadi bagian world heritage tersebut," kata Made melalui video wawancara antara Humas Pemda DIY dan Dishub DIY, Sabtu (31/10).

Dalam uji coba, Jalan Malioboro hanya bisa dilewati kendaraan tidak bermotor, bus Transjogja, kendaraan petugas berwajib, layanan kesehatan dan pemadam kebakaran.

"Untuk tanggal 3 (November) itu kita mulai jam 11.00 WIB. Setelah tanggal 3 mulai jam 06.00 WIB sampai jam 22.00 WIB," jelasnya.

Namun pelaksanaan uji coba itu menuai protes dari Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY). PPMAY mendatangi Kantor Gubernur DIY untuk meminta Pemda DIY mengkaji lagi soal uji coba Malioboro bebas kendaraan bermotor.

"Tolonglah kalau misalnya kami itu diajak rembukan, artinya kalau ada apa-apa seperti kebijakan sekarang ini (Malioboro bebas kendaraan). Misalkan bagaimana kalau ada kebijakan gini dan mau bagaimana," kata Ketua PPMAY Sadana Mulyo saat ditemui di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Selasa (10/11).

"Tapi karena kami hidup di Malioboro dan Ahmad Yani ya mau gimana lagi, meski kami kaget dengan adanya pemberlakuan seperti itu," imbuhnya.

Menurutnya, selama pandemi ini omzet sudah turun banyak, kemudian ditambah dengan pemberlakuan uji coba Malioboro bebas kendaraan bermotor.

"Menurun 80 persen karena itu tolonglah pembuat kebijakan berilah kami napas dulu. Kira-kira kalau nantinya sudah bebas dari COVID-19, kemudian kalau ekonomi mulai membaik baru dilakukan sembari mempersiapkan infrastrukturnya seperti lapangan parkir dan lain-lain," katanya.

Selain itu, banyak pemilik toko kesusahan bongkar muat barang. Oleh karena itu pihaknya meminta ujicoba dihentikan atau berganti jam pemberlakuannya.

"Sesungguhnya kalau Malioboro dibebaskan memang tampak lancar tapi bukan berarti lancar. Kami sebagai pengusaha di Malioboro marah. Karena itu kita minta agar segera diberhentikan karena efeknya kepada masyarakat di Malioboro tidak ada, malah merugikan," katanya.

"Apalagi ada yang menghuni di situ (toko di Malioboro), di situ bukan hanya untuk ekonomi tapi juga sosial. Nah, secara sosial tidak boleh ada yang masuk baik motor mobil," imbuhnya.

Halaman selanjutnya, Dishub DIY mengevaluasi dan berencana mengubah jam uji coba Malioboro bebas kendaraan bermotor...

Selanjutnya
Halaman
1 2