Heboh RUU Minuman Beralkohol, Bagaimana Nasib Ciu Bekonang?

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 13 Nov 2020 17:41 WIB
Sabariyono saat dijumpai di tempat produksi etanol di Sukoharjo, Jumat (13/11/2020).
Sabariyono saat dijumpai di tempat produksi etanol di Sukoharjo, Jumat (13/11/2020). (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Sukoharjo -

DPR RI tengah membahas RUU tentang Minuman Beralkohol. Lalu bagaimana nasib Ciu Bekonang, minuman keras tradisional yang diproduksi di Sukoharjo, Jawa Tengah?

Untuk diketahui, ciu sebenarnya adalah etanol yang belum selesai diproses. Salah satu sentra Industri Kecil Menengah (IKM) etanol di Sukoharjo ada di Desa Bekonang. Beberapa perajin lainnya, tersebar di Kecamatan Mojolaban dan Polokarto.

Ketua Paguyuban Industri Etanol Bekonang, Sabariyono (77), menyebut pelarangan produksi hingga mengonsumsi minuman beralkohol bakal berpengaruh bagi sebagian perajin etanol. Sebab masih ada oknum yang menjual ciu sebelum diproses tuntas menjadi etanol.

"Memang ada oknum perajin yang menjual etanol yang masih berbentuk ciu, karena bikinnya lebih cepat dan ada pembelinya. Kalau etanol 70 persen sampai 96 persen kan untuk medis, lebih lama dan pasarnya sedikit," kata Sabariyono saat dijumpai di tempat produksinya, Dukuh Sentul, Bekonang, Sukoharjo, Jumat (13/11/2020).

Sabariyono sendiri mengaku tidak pernah memasarkan ciu. Namun dia hanya bisa mengimbau anggota paguyuban agar tidak menjual ciu.

"Tentu kalau RUU disahkan, pasti banyak perajin yang akan terdampak. Kalau saya pribadi tidak masalah. Tetapi apa pemerintah siap jika nanti semakin banyak pengangguran?" ujarnya.

Sabar, sapaannya, menilai pemerintah juga seharusnya tidak membeda-bedakan terkait legalitas minuman keras. Sebab minuman beralkohol impor dapat dijual, tetapi minuman alkohol tradisional dilarang.

"Kita lihat minuman alkohol impor bisa dijual di hotel dengan golongan A, B, C. Di Bali juga boleh jualan brem. Kalau memang dilarang seharusnya semua dilarang," kata dia.

Menurutnya, pelarangan terkait minuman keras sebetulnya sudah lama diatur oleh Pemkab Sukoharjo. Bagi perajin etanol pun sudah dibatasi agar tidak menjual ciu.

"Sebetulnya dari Pemkab sudah ada aturannya juga. Saya juga sudah sering imbau beberapa hal. Tidak boleh jual ciu yang identik miras, tidak boleh buang limbah di irigasi, sama izinnya dilengkapi," tutupnya.

(sip/ams)