Ada Batuan Candi di Mata Air Semarang, Diduga Dulunya Pedesaan Kuno

Akbar Hari Mukti - detikNews
Kamis, 12 Nov 2020 16:48 WIB
Batu struktur candi yang ditemukan di mata air Sendang Kramat Sukodono, Kabupaten Semarang, Kamis (12/11/2020).
Batu struktur candi yang ditemukan di mata air Sendang Kramat Sukodono, Kabupaten Semarang, Kamis (12/11/2020). (Foto: Akbar Hari Mukti/detikcom)
Kabupaten Semarang -

Warga di kawasan mata air Sendang Kramat Sukodono, Desa Doplang, Bawen, Kabupaten Semarang, menemukan 11 batu diduga struktur candi. Batu-batu tersebut ditemukan usai mata air itu diresmikan menjadi tempat wisata.

Bebatuan tersebut kemudian diteliti oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Semarang. Dari pemeriksaan awal, batu-batu tersebut merupakan struktur candi serta petirtaan atau pemandian kuno.

"Yang ditemukan di antaranya dua batuan ambang pintu atas yang biasanya merupakan bagian candi, lalu batuan kala, lalu temuan batu balok yang merupakan bagian pojok bangunan candi," kata Ketua TACB Kabupaten Semarang, Tri Subekso, di lokasi penemuan, Kamis (12/11/2020).

"Dari kesimpulan awal kami melihat di daerah sini pernah berdiri bangunan suci, candi dan petirtaan, bahkan ada pedesaan kuno meski harus melalui kajian lagi untuk menyimpulkan," lanjutnya.

Ia menjelaskan, laporan tentang ada situs kepurbakalaan di kawasan mata air Sendang Kramat Sukodono sebenarnya bisa ditemukan di catatan arsip Belanda. Dalam arsip itu disebutkan di kawasan ini terdapat keunikan situs ragam kepurbakalaannya, yakni terdapat ukiran burung di batu.

"Terdapat ukiran burung di batuan tersebut dan masih bisa kita lihat hingga saat ini," ungkapnya.

Ia memperkirakan bangunan kuno itu dibuat di masa periode klasik atau masa Hindu-Buddha. Batu tersebut berjenis batuan piroklastik.

"Dari perkiraan kami bangunan ini semasa dengan bangunan Candi Gedongsongo di Bandungan Kabupaten Semarang," jelasnya.

Batu struktur candi yang ditemukan di mata air Sendang Kramat Sukodono, Kabupaten Semarang, Kamis (12/11/2020).Batu struktur candi yang ditemukan di mata air Sendang Kramat Sukodono, Kabupaten Semarang, Kamis (12/11/2020). Foto: Akbar Hari Mukti/detikcom

Sementara itu, warga salah satu penemu bebatuan tersebut, Anwar Muzaki, mengatakan warga menemukan 11 batu di kawasan Sendang Kramat.

"Usai Sendang Kramat Sukodono Kali Klotok diresmikan jadi tempat wisata desa, sampai saat ini kami temukan 11 batuan tersebut," kata Anwar ditemui di lokasi, hari ini.

Batu-batu itu beragam bentuk dan ukurannya. Batu-batu ditemukan setiap kali mata air Sendang Kramat dikeruk untuk diperdalam.

"Penemuan batuan pertama akhir Oktober kemarin di kedalaman 30 cm di kawasan mata air. Sedangkan penemuan terakhir Rabu (11/11) malam tadi di kedalaman 1 meter, batuan berukir yang cukup besar," jelasnya.

Belasan batu temuan itu saat ini disimpan oleh pihak desa. Hal tersebut agar batuan-batuan yang sudah ditemukan tidak dicuri oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

"Batu temuan yang berukuran kecil kami bawa untuk disimpan di rumah warga. Sedangkan yang berukuran besar tetap berada di lokasi dan dijaga warga," ungkapnya.

(rih/sip)