Banyak Nakesnya Kena Corona, RSUD Brebes: Mungkin Kita Segera Lockdown

Imam Suripto - detikNews
Kamis, 12 Nov 2020 15:34 WIB
RSUD Brebes, Kamis (12/11/2020).
Suasana RSUD Brebes, Kamis (12/11/2020). (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Brebes -

Direktur RSUD Brebes, Oo Suprana, mengungkap banyak tenaga kesehatan (nakes) dan pegawai di rumah sakit tersebut yang positif virus Corona atau COVID-19. Terkait kondisi tersebut, Suprana bicara tentang kemungkinan akan segera menutup atau lockdown RSUD Brebes.

"Banyak nakes dan karyawan di sini yang terkena corona virus. Data kami yang masih dirawat sebanyak empat orang, sedangkan yang menjalani isolasi mandiri ada 16 orang. Mereka terdiri dari dokter, perawat, bidan, tenaga administrasi dan lainnya," ungkap Suprana kepada wartawan di kantornya, Brebes, Kamis (12/11/2020).

Suprana menjelaskan empat nakes yang positif virus Corona dan masih dirawat hingga saat ini terdiri dari seorang perawat, bidan, petugas farmasi, dan dokter.

Kemudian 16 orang yang masih menjalani isolasi mandiri terdiri dari seorang petugas kebersihan, dua perawat magang, dan seorang dokter. Lalu 13 orang lainnya terdiri dari perawat dan bidan.

"Kalau tenaga medis baik dokter, perawat, bidan sampai tenaga adminstrasi ini kurang karena terkena COVID-19, maka kita mengalami hambatan dalam pelayanan. Kemungkinan kita akan segera lockdown. Apalagi alat catridge di sini juga habis," lanjutnya.

Suprana menjelaskan setelah catridge habis, maka pelayanan tes swab di rumah sakitnya terhambat. Sebab, sampel swab dari RSUD Brebes harus dikirimkan ke RSND di Semarang, sehingga pasien harus menunggu paling cepat dua hari untuk mengetahui hasilnya.

"Selama menunggu hasil (swab) ini, (pasien) kami tampung di ruang intermediate, sebagai penampungan sementara," bebernya.

Dia menjelaskan ada dua bangsal yang akhirnya digunakan sebagai tempat intermediate. Dua bangsal tersebut yaitu bangsal bedah dengan kapasitas 20 orang. Saat ini ruangan itu nyaris penuh dan hanya menyisakan empat tempat kosong.

"Jika kondisinya terus seperti ini, kita akan lockdown. Saya harap ada perhatian khusus dari pemerintah untuk menanggulangi masalah ini supaya kami bisa tetap buka dan melayani pasien," harapnya.

"Terpaksa kami dari RSUD, mengalihkan beberapa tenaga medis. Seperti dari IGD dan ICU agar tetap melayani pasien," pungkas Suprana.

(sip/ams)