Komplotan Maling Gasak 1.000 Baju-Celana Branded dari Gudang di Boyolali

Ragil Ajiyanto - detikNews
Kamis, 12 Nov 2020 12:01 WIB
Komplotan pencuri pabrik baju branded di Boyolali, Kamis (12/11/2020).
Komplotan pencuri 1.000-an baju branded ditangkap polisi di Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Boyolali -

Polres Boyolali mengungkap kasus pencurian 1.000-an produk pakaian dan celana branded di gudang pabrik PT Pan Brother Tbk. Sebanyak 10 orang tersangka dibekuk termasuk tiga orang penadahnya.

"Tim Sapu Jagad Satrekrim Polres Boyolali berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) dan pertolongan jahat suatu tindak pidana. Dalam hal ini yang menjadi korban adalah PT Pan Brother Tbk di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Boyolali," ujar Wakapolres Boyolali, Kompol Ferdy Kastalani, dalam keterangan pers Kamis (12/11/2020).

Dari 10 tersangka yang berhasil ditangkap, 7 orang adalah eksekutor pencurian. Ketujuh orang tersebut yakni Doni, Fajar Nugroho, Dimas Puji, Kholis Sofa, Eko Purnomo, Dika Aditya dan Arizky Pratama. Tiga dari tujuh orang tersebut merupakan karyawan di pabrik tersebut.

"Berdasarkan laporan dari Pan Brother telah dirugikan 1.000 lebih dan masih dalam audit terkait barang-barang yang berhasil dicuri oleh para pelaku,"

Polisi juga menangkap tiga orang penadah barang curian di atas yakni Sulis Siswanto, Muhamad Anggoro dan Miskun Sudibyo.

"Jadi dari hasil pengungkapan kita berhasil mengamankan barang bukti dari (beberapa) merek terkenal dan kualitas ekspor," jelasnya.

Barang yang disita antara lain pakaian bermerek sebanyak 125 potong. Terdiri dari kaus, jaket dan celana. Polisi juga mengamankan tiga sepeda motor yang dibeli tersangka dari uang hasil penjualan barang curian itu.

Ferdy mengatakan, kasus ini terungkap setelah PT Pan Brother ke Polres Boyolali melaporkan pencurian di gudangnya. Tim Sapu Jagad Satreskrim Polres Boyolali kemudian melakukan penyelidikan.

"Dari cek CCTV, dari laporan itu ada tiga kali kejadian di tiga hari yang berbeda," kata Ferdy.

PT Pan Brother, kata Ferdy, baru melaporkan ke polisi setelah aksi pencurian yang ketiga kalinya.

Dari hasil penyelidikan, polisi akhirnya menangkap penadahnya terlebih dahulu. Para penadah ini menjual barang curian secara online. Polisi lebih dulu menangkap dua penadah yang berada di Tangerang dan Bekasi.

"Setelah dicek benar bahwa barang yang dijual secara online kedua tersangka ini merupakan produk pakaian yang diproduksi di PT Pan Brother Tbk, Boyolali," terang Ferdy.

Dari penangkapan kedua penadah akhirnya polisi melacak keberadaan tersangka lainnya yang merupakan eksekutor pencurian.

Selanjutnya
Halaman
1 2