Sosok Ki Seno di Mata Adik Sultan HB X: Dalang Cerdas!

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 04 Nov 2020 16:37 WIB
Suasana duka menyelimuti proses pemakaman Ki Seno Nugroho. Dua wayang kulit berwarna hitam ikut dikuburkan, yakni tokoh pewayangan Bagong dan Bima.
Duka Selimuti Proses Pemakaman Ki Seno di Yogyakarta. (Foto: Pradito Rida Pertana)
Yogyakarta -

Dalang wayang kulit Ki Seno Nugroho meninggal dunia tadi malam. Adik Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, GBPH Yudhaningrat, merasa kehilangan sosok Ki Seno yang dikenal sebagai dalang cerdas.

"Saya melihat Mas Seno itu sebagai dalang yang cerdas, pandai untuk me-manage (mengatur) kegiatannya," kata Yudhaningrat saat ditemui wartawan di tempat pemakaman Semaki Gede, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Rabu (4/11/2020).

Yudhaningrat mengaku kerap menanggap wayang yang dibawakan Ki Seno. Pementasan wayang kulit Ki Seno pun dinilai selalu punya ciri khas dan tidak monoton.

"Beliau memang saking cerdasnya itu kalau ndalang hanya gitu-gitu saja sudah bisa ketebak penonton. Sehingga, beliaunya juga sering ada lakon lain sesuai dengan permintaan yang nanggap. Itu lain. Kalau saya ndak berani keluar dari pakem yang ada. Hanya kita tambahi, kita olah lagi lakon-lakon yang saya haturkan ke Mas Seno," urai Yudhaningrat.

Dia menyebut saat suran atau bulan suro, almarhum Ki Seno meminta lakon wayang darinya. Yudhaningrat pun mengaku membuatkan belasan lakon untuk Ki Seno.

Untuk diketahui, suran merupakan adat menyambut datangnya tahun baru Jawa. Biasanya digelar kegiatan-kegiatan spiritual yang disebut dengan selamatan.

"Saya juga alhamdulilah karena beliau ini kalau 'suran' minta lakon dari saya. Sehingga kami juga buatkan sebanyak 12 lakon yang notabene adalah karya saya untuk Mas Seno. Salah satunya Semar Ratu kemudian ada Petruk Jenderal, dan sebagainya," ucapnya.

Dia juga menyebut jika Ki Seno pernah berjanji untuk mengurangi kegiatan mendalang. Terlebih jadwal pementasan Ki Seno sangat padat.

"Walaupun beliau ini sudah istilahnya bersumpah sendiri, setelah 2018 ini akan mengurangi kegiatan jadi jangan sampai satu bulan itu penuh. Namun, hanya dua kali dalam seminggu karena sudah merasa tidak enak badan," jelas Yudhaningrat.

(ams/sip)