Round-Up

4 Fakta Drone Terbang Tanpa Izin-Jatuh di Candi Borobudur

Eko Susanto - detikNews
Kamis, 29 Okt 2020 10:28 WIB
Suasana Candi Borobudur sepi karena adanya pembatasan pengunjung mulai hari ini, Senin (16/3) sampai Minggu (29/3). Pengunjung pun hanya bisa melihat kemegahan bangunan itu dari bawah di luar pagar zona 1.
Candi Borobudur. Foto: Eko Susanto/detikcom
Magelang -

Sebuah drone jatuh di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur mengungkapkan drone tersebut terbang tanpa izin dan jatuh di zona 1 Candi Borobudur.

Berikut empat fakta terkait peristiwa drone jatuh di Candi Borobudur tersebut:

1. Peristiwa terjadi pada Selasa (20/10)

Saat dimintai konfirmasi, Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) Wiwit Kasiyati membenarkan kejadian adanya drone yang jatuh di kawasan Candi Borobudur. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (20/10) siang.

"Benar telah terjadi jatuhnya pesawat drone di kawasan Candi Borobudur pada tanggal 20 Oktober 2020 pukul 12.28 WIB," kata Wiwit kepada detikcom melalui pesan WhatsApp, Selasa (27/10/2020).

2. Drone terbang tanpa izin di kawasan Candi Borobudur

Pengelola Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur mengaku sebelumnya tidak menerima pengajuan izin penerbangan drone tersebut.

"Kemarin sama sekali tidak ada permintaan dari kita," kata General Manager Taman Wisata Candi Borobudur, I Gusti Putu Ngurah Sedana, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (28/10/2020).

3. Drone jatuh di zona 1 Candi Borobudur

General Manager Taman Wisata Candi Borobudur, I Gusti Putu Ngurah Sedana, mengatakan untuk penerbangan drone di zona 1 Candi Borobudur harus memiliki izin dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud. Kemudian untuk pengambilan gambar di zona 2 harus memenuhi izin dari Lanud Adisutjipto Yogyakarta.

"Itu di zona 1," kata Putu, Rabu (28/10/2020).

4. Syarat ketat penerbangan drone di Candi Borobudur

Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur menjelaskan aturan menerbangkan drone di kawasan Candi Borobudur.

General Manager Taman Wisata Candi Borobudur, I Gusti Putu Ngurah Sedana, mengatakan untuk penerbangan drone di zona 1 Candi Borobudur harus memiliki izin dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud. Kemudian untuk pengambilan gambar di zona 2 (kawasan taman) harus memenuhi izin dari Lanud Adisutjipto Yogyakarta.

"Untuk penerbangan drone di cagar budaya dalam hal ini baik di zona 1 maupun 2 itu mutlak memiliki izin dari Direktorat Jenderal Kebudayaan, apabila pengambilannya dilakukan di zona 1 di area sekitar struktur candi atau zona 1," kata Putu saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (28/10/2020).

"Kemudian untuk di area zona 2 harus memenuhi izin dari Lanud Adisutjipto karena di area Borobudur ini merupakan area latihan Lanud Adisutjipto. Berarti harus izin karena drone ada di ruang udara," sambungnya.

Penerbangan drone tersebut, kata Putu, selain harus mengantongi izin, juga menggunakan prosedur free flight yang benar dengan mempelajari cuaca yang ada di sekitar Candi Borobudur baik zona 1 dan zona 2.

"Kalau di zona 2 masih diizinkan dengan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan Nomor 37 tahun 2020 terkait penerbangan drone," ujar Putu.

Sedangkan penerbangan drone di atas struktur bangunan candi dilarang. "Untuk penerbangan drone di Candi Borobudur terutama di atas struktur bangunan candi dilarang keras," sebutnya.

Untuk prosedur pengurusan izin penerbangan drone, lanjutnya, permohonan disampaikan kepada Taman Wisata Candi Borobudur. Kemudian jika memenuhi persyaratan, maka akan dikeluarkan surat yang ditujukan kepada Lanud Adisutjipto. Selain itu pilot drone harus memiliki sertifikasi.

(rih/rih)