Demo Massa di Solo Taruh Foto Presiden Macron di Jalan

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 17:40 WIB
Massa ormas Islam di Solo demo mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait penerbitan karikatur Nabi Muhammad, Rabu (28/10/2020).
Massa ormas Islam di Solo demo mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait penerbitan karikatur Nabi Muhammad, Rabu (28/10/2020). (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Massa ormas Islam menggelar demonstrasi mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait penerbitan karikatur Nabi Muhammad SAW. Massa meminta pemerintah Indonesia memutus hubungan diplomatik dengan pemerintah Prancis.

Aksi digelar oleh Dewan Syariah Kota Solo (DSKS). Mereka menggelar aksi di bundaran Gladag, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Rabu (28/10/2020).

Massa terlihat membawa bendera tauhid. Mereka juga membawa poster bertuliskan kecaman terhadap Presiden Prancis.

Sebagai bentuk kemarahan, massa menempel poster bergambar wajah Macron pada aspal jalan. Gambar tersebut dibiarkan dilindas oleh kendaraan-kendaraan yang melintas.

Humas aksi, Endro Sudarsono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan respons umat Islam di Solo terhadap penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad SAW oleh majalah Charlie Hebdo. Menurutnya, sikap Macron itu sebagai bentuk anti-Islam.

"Ini merupakan sikap Islamophobia. Kami minta pemerintah tegas untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Prancis," kata Endro di sela-sela aksi.

Mereka meminta Macron untuk meminta maaf kepada seluruh umat Islam. Pernyataan Macron itu dinilai bisa merusak perdamaian dunia.

"Pernyataan itu bisa merusak perdamaian dunia, maka Presiden Prancis harus meminta maaf," ujarnya.

Sementara itu, Wakapolresta Solo AKBP Deny Heriyanto sempat naik ke atas mobil komando untuk mengingatkan massa mematuhi protokol kesehatan. Sebab terlihat massa tidak menjaga jarak.

"Kami mohon saudara-saudara tetap menjaga protokol kesehatan. Jangan sampai terjadi penularan COVID-19 dalam kegiatan ini," katanya.

(rih/ams)