Hii! Panjang Sarang Tawon Vespa di Klaten Ini Capai 1,5 Meter

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 27 Okt 2020 14:17 WIB
Sarang tawon vespa sepanjang 1,5 meter di Klaten dievakuasi tim Damkir
Sarang tawon vespa sepanjang 1,5 meter di Klaten dievakuasi tim Damkir (Foto: dok. Istimewa)
Klaten -

Sarang tawon vespa affinis atau tawon ndhas identik berbentuk bulat seperti endhas atau kepala orang. Namun sarang tawon vespa di Klaten justru ditemukan sepanjang 1,5 meter. Hii!

"Panjang sekitar 1,5 meter di ranting pohon gayam. Sebetulnya sarang tawon vespa tidak selalu bulat itu pernah ada tapi yang panjangnya sampai 1,5 meter ya baru kali ini," kata Koordinator relawan penanganan tawon Damai Modal Mikir (Damkir) Klaten, Tara Kustadi Tara Kusetiawan saat dihubungi detikcom via telepon, Selasa (27/10/2020).

Kus menyebut sarang unik ini ditemukan di Dusun Tegalkiran, Desa Ngemplak, Kalikotes, Klaten. Sarang tawon vespa itu berada di tepi sungai di pohon pekarangan warga.

"Tawon vespa affinis ini berada di Dusun Tegalkiran di pinggir sungai pekarangan warga. Ada seorang warga sekitar terkejut melihat sarang tawon yang begitu besar dan begitu panjang," jelas Kus.

Kus menyebut di sekitar lokasi juga banyak ditemukan tawon berkeliaran. Karena takut membahayakan, warga melaporkannya ke tim Damkir.

"Karena takut membahayakan dan posisi sarangnya yang berada di pohon sekitar tiga meter dilaporkan ke kami. Maka tim Damkir melakukan evakuasi supaya pekarangan aman," kata Kus.

Kus menyebut dalam sebulan ini laporan kasus tawon meningkat dua kali lipat. Sebulan ini ada 5-8 laporan setiap malamnya.

"Dibandingkan bulan Juli, Agustus dan September yang maksimal 2-3 laporan ini naik dua kali lipat. Bulan ini saat tawon berkembang biak, menetas dan membuat sarang baru," lanjut Kus.

Kus pun meminta masyarakat harus ekstra hati-hati dengan tawon vespa. Selain sengatannya mematikan, tawon vespa juga rentan menyerang manusia.

"Karena tawon ini bersarang di mana saja. Bahkan di tempat yang pendek dan rentan terjadi guncangan sehingga masyarakat perlu waspada," jelas Kus.

Terpisah, pengelola data animal rescue Pemadam Kebakaran Satpol-PP Pemkab Klaten, Edy Setiawan mengatakan jumlah kasus tawon vespa meningkat karena merupakan siklus tahunan. Dia menerangkan bulan September-November memang musim tawon berkembang biak.

"Saat ini tawon berkembang biak. Tapi laporan yang masuk ke Damkar tidak sebanyak tahun sebelumnya sebab sudah banyak relawan yang bisa menangani," jelas Edy kepada detikcom.

(ams/mbr)