Update Corona Jateng 25 Oktober: 32.994 Positif, 2.443 Meninggal

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 25 Okt 2020 12:34 WIB
Update Corona di Jateng, Minggu (25/10/2020).
Update kasus virus Corona di Jawa Tengah, Minggu (25/10/2020). Foto: Tangkapan layar website corona.jatengprov.go.id
Yogyakarta -

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperbarui data kasus virus Corona atau COVID-19 di wilayahnya. Tercatat total 32.994 kasus positif virus Corona di Jateng hingga saat ini.

Dari data yang diunggah di website corona.jatengprov.go.id, Minggu (25/10/2020) pukul 12.00 WIB, dari total 32.994 kasus positif virus Corona di Jateng, 3.519 pasien masih dirawat, 27.032 sembuh, dan 2.443 meninggal dunia.

Bila dibandingkan dengan data kemarin maka ada penambahan 256 kasus positif virus Corona di Jateng. Sedangkan jumlah pasien Corona yang dirawat berkurang 141, jumlah pasien Corona yang sembuh bertambah 385, dan jumlah pasien Corona yang meninggal dunia bertambah 12 orang.

Selain itu, Pemprov Jawa Tengah juga menyampaikan hingga saat ini masih ada 3.567 kasus suspek Corona. Bila dibandingkan dengan kemarin, maka ada penambahan 21 kasus baru suspek Corona di Jateng.

Di situs tersebut Pemprov Jateng kini tak lagi mencantumkan data kasus probabel COVID-19.

Istilah 'suspek dan probable' tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Tidak ada lagi istilah pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), ataupun orang tanpa gejala (OTG).

Update Corona di Jateng, Minggu (25/10/2020).Update Corona di Jateng, Minggu (25/10/2020). Foto: Tangkapan layar website corona.jatengprov.go.id

Berdasarkan Kepmenkes tersebut, berikut ini definisi kasus suspek:

a. Orang dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.

b. Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable COVID-19.

c. Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Selanjutnya, kasus Probable yakni kasus suspek dengan ISPA Berat/ARDS***/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

Tonton juga 'Mari Lakukan Protokol Kesehatan untuk Membantu Sesama':

[Gambas:Video 20detik]

(sip/sip)