Gunung Merapi Mengepulkan Asap Putih Setinggi 250 Meter

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 10:10 WIB
Warga dari komunitas siaga Merapi menggunakan alat radio komunikasi memantau puncak Gunung Merapi dari pos pantau Klangon, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (19/2/2019). Warga di sekitar lereng Gunung Merapi membentuk Komunitas Siaga Merapi (KSM) dan Organisai Pengurangan Risiko Bencana (OPRB) dengan konsep mitigasi berbasis komunitas yang terlatih untuk meningkatkan kesiagaan dalam menghadapi ancaman bencana erupsi Gunung Merapi. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/wsj.
Puncak Merapi, foto diambil 19/2/2019. (Foto: AntaraFOTO)
Yogyakarta -

Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah pagi tadi terpantau mengeluarkan asap putih. Menurut laporan asap putih itu keluar setinggi 250 meter.

"Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 250 meter dari puncak," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida saat dihubungi wartawan, Jumat (23/10/2020).

Menurut Hanik selama ini banyak terjadi kepulan asap di puncak Merapi. Hal itu wajar karena merupakan salah satu aktivitas vulkanik di Merapi.

"Selama ini kepulan asap ada, hembusan memang ada, karena ada gas yang menuju permukaan," terangnya.

"Jadi kalau aktivitas vulkanik lebih ke faktor internal. Ini wajar untuk aktivitas Merapi saat ini," sambungnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan aktivitas Merapi Jumat (23/10/2020) dari pukul 00.00 -06.00 WIB tercatat kegempaan yaitu 7 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-10 mm dan lama gempa 10.8-53.2 detik.

BPPTKG juga mencatat ada 9 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-5 mm, dan lama gempa 14.1-18.2 detik.

Selain itu terjadi 13 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2-31 mm, S-P 0.3-0.5 detik dan lama gempa 5.5-12 detik.

Hanik menegaskan untuk saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level waspada. "Masih di level waspada. Untuk kegempaan juga masih naik turun. Masih fluktuatif," pungkasnya.

Tonton video 'Ramai Soal Gunung Salak Disebut 'Terbelah', BNPB Beri Penjelasan':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)