Ada ASN Pemkot Yogya Kena Corona, Pegawai hingga Wakil Walkot Diswab

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 16:48 WIB
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Kamis (22/10/2020).
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Yogyakarta -

Seorang aparatur sipil negara (ASN) Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta yang terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19. Akibatnya belasan pegawai instansi tersebut hingga Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menjalani tes swab.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi membenarkan hal tersebut. Heroe menyebut ASN tersebut diduga terpapar dari suaminya yang meninggal dunia pada 10 Oktober 2020 dengan status positif COVID-19 dan comorbid.

"Awalnya suaminya terpapar (COVID-19), meninggal dunia karena ada comorbid, kemudian keluarganya kita swab. Hasilnya istri dan anak bungsu yang bersangkutan positif (virus Corona)," kata Heroe saat ditemui wartawan di Kompleks Pemkot Yogyakarta, Kamis (22/10/2020).

Dari temuan tersebut, Pemkot Yogyakarta langsung menginstruksikan pegawai di bidang peliputan dan media massa di Diskominfosan untuk menjalani isolasi mandiri sembari menunggu hasil swab. Imbauan ini diberikan karena pegawai di dua bidang tersebut ada interaksi intens dengan yang ASN yang positif Corona.

"Sudah kita lakukan swab test terhadap teman-teman Diskominfosan, ada 12 orang yang di-swab dan hasilnya negatif (COVID-19) semua," ucapnya.

Tak hanya pegawai Diskominfosan, Heroe mengakui juga ikut menjalani swab test. Pasalnya dia sempat dua kali kontak dengan yang ASN tersebut.

"Karena sempat rapat dengan yang positif itu dua kali, di kantor dan rumah makan, saya juga langsung di-swab waktu itu. Ya, alhamdulillah hasilnya negatif," ujarnya.

Heroe menjelaskan, saat ini pegawai Diskominfosan Kota Yogyakarta, khususnya di bidang peliputan dan media massa masih bekerja dengan sistem work from home (WfH). Sedangkan untuk kantor Diskominfosan tertutup untuk tamu dari luar sejak 12 Oktober 2020.

"Tapi besok (Jumat 23/10) ini sudah masuk semua teman-teman Kominfo ini. Sudah tidak ada persoalan lagi karena begitu ada kasus langsung kita upayakan blocking, tracing, dan swab supaya tidak menyebar," kata Heroe.

(sip/ams)