95 Kasus Corona Klaster Kantor Sleman, Pemda Bicara Soal Transmisi dari Rumah

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 19:25 WIB
Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta (Sekda DIY), Kadarmanta Baskara Aji, Senin (19/10/2020).
Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta (Sekda DIY), Kadarmanta Baskara Aji. (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) angkat bicara soal bertambahnya kasus positif COVID-19 di kluster perkantoran Kabupaten Sleman. Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta (Sekda DIY), Kadarmanta Baskara Aji, bicara soal dugaan transmisi dari rumah yang akhirnya ditularkan ke kantor.

"Yang jadi masalah sering terjadi transmisi dalam kantor itu dibawa dari rumah. Jadi seseorang membawa dari rumah kemudian masuk kantor berinteraksi dengan teman kantor dan sekantor kena malahan," kata Aji saat ditemui wartawan di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Senin (19/10/2020).

Oleh karena itu, hal tersebut perlu menjadi prioritas pihaknya dalam mencegah penyebaran COVID-19. Bahkan, dia menilai perlunya melakukan identifikasi bagi setiap karyawan.

"Artinya bahwa orang yang selama ini menganggap keluarga itu aman, orang-orang terdekat di rumah aman belum tentu," ucapnya.

Pasalnya, orang bermasker di rumah jarang namun bermasker di kantor sifatnya wajib. Seperti haknya pula menjaga jarak di kantor wajib namun di dalam rumah tidak.

Oleh karena itu, pihaknya meminta setiap perkantoran di DIY memiliki satgas penanganan COVID-19. Semua itu untuk mencegah penyebaran virus Corona.

"Ya masing-masing kantor kan kita minta membentuk satgas penanganan COVID-19. Mereka yang evaluasi penilaian dan kalau ada apa-apa silakan hubungi kita di provinsi (Pemda DIY)," ucap Aji.

Diberitakan sebelumnya Pemkab Sleman kembali mengumumkan jumlah kasus positif virus Corona di klaster perusahaan telekomunikasi, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, DIY. Tercatat total ada 95 kasus positif virus Corona dari klaster tersebut hingga hari ini.

"Kami telah melakukan rapid test pada seluruh karyawan yang jumlahnya mencapai 1.300-an karyawan perusahaan tersebut, 95 (kasus positif)," kata Koordinator Data COVID-19 Dinas Kesehatan Sleman, Wirdasari Hasibuan, saat ditemui wartawan di ruang rapat Bupati Sleman kompleks Pemkab Sleman, hari ini.

"Karyawan positif COVID-19 tersebar di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Ada yang dari Magelang, Sukoharjo, dan sebagainya," jelasnya.

(sip/rih)