Ada Klaster Demo Semarang, Ganjar Minta Warga Tahan Diri Tak Turun ke Jalan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 17:17 WIB
Sars-CoV-19 test tube in purple protective glove, virus illustration on computer screen in background
Ilustrasi pandemi virus Corona. Foto: Getty Images/iStockphoto/PS3000
Kota Semarang -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mengungkap ada klaster demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mewanti-wanti agar semua pihak menahan diri dan memanfaatkan saluran yang ada untuk sampaikan aspirasi tanpa berkerumun.

"Dan sekarang sudah dites dan ada hasilnya. Maka sekarang saya ingatkan pada masyarakat, ayo menahan diri. Kami bukan tidak kasih saluran, silakan datang ke Disnaker untuk bertanya dan menyampaikan pendapat atau di Undip (Universitas Diponegoro) juga buat posko pengaduan," kata Ganjar kepada wartawan di kantornya, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Senin (19/10/2020).

"Demonya diganti dengan cara yang lebih baik saja. Tidak di jalan dan berkerumun, tapi datang ke kami untuk menyampaikan aspirasi," lanjut Ganjar.

Soal anggapan klaster demo disebut menyudutkan pengunjuk rasa, Ganjar memberi penjelasan. Menurutnya, klaster penyebaran virus Corona bisa berpotensi terjadi di mana ada kerumunan.

"Jadi dari manapun sumbernya, intinya kalau itu dari perusahaan dan mereka ikut demo, ada potensi penularan apa tidak. Anda mau bicara itu klaster demo atau klaster perusahaan, toh sama saja bisa menulari. Jadi, kami nanti pasti akan melakukan tracing," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Semarang menyebut ada 10 buruh yang ikut demo positif virus Corona ditambah satu orang kontak erat. Sehingga total kasus positif virus Corona dari klaster demo tersebut ada 11 orang.

Mereka berasal dari dua perusahaan yang awalnya melakukan rapid test. Kemudian dari yang hasilnya reaktif kemudian berlanjut tes swab hingga akhirnya diketahui ada yang positif virus Corona.

Kasus Positif Covid-19 RI Per 19 Oktober Tambah 3.373 Jadi 365.240:

[Gambas:Video 20detik]



(sip/rih)