Jadi Warisan Budaya Takbenda, Ini Dia Sejarah Telur Asin Khas Brebes

Imam Suripto - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 09:37 WIB
Telur asin khas Brebes yang dinobatkan jadi warisan budaya tak benda Indonesia, Jumat (16/10/2020).
Telur asin khas Brebes yang dinobatkan jadi warisan budaya takbenda Indonesia, Jumat (16/10/2020). (Imam Suripto/detikcom)

Dengan makin banyaknya orang yang membuat telur asin, banyak bermunculan pengusaha makanan ini. Bukan hanya Tionghoa, masyarakat pribumi juga banyak yang menjadi pengusaha telur asin. Sejak saat itulah Brebes mulai dikenal sebagai kota penghasil telur asin.

Brebes sebagai penghasil telur asin diuntungkan oleh adanya jalur Daendels atau yang dikenal dengan Pantura. Jalur ini menghubungkan kota-kota besar yang ada di Pulau Jawa. Kampung-kampung Pecinan dan kampung lain yang memproduksi telur asin berada tidak jauh dari jalur ini.

"Setelah Pantura, kemudian berkembang ke daerah tengah setelah dibukanya jalur tengah. Di situ muncul gerai-gerai telur asin yang menjadi sarana promosi dan terus berkembang hingga saat ini," sambung dia.

Pembangunan infrastruktur Trans Jawa pada awalnya sempat membuat usaha telur asin ini terjatuh. Outlet telur asin di Pantura banyak yang gulung tikar.

Bak seleksi alam, sejumlah pengusaha yang tetap mempertahankan mutu dan kualitas bisa eksis hingga sekarang. Mereka tetap diburu pembeli dari kalangan pelancong luar kota.

Pemilik gerai oleh-oleh telur asin terkemuka di Brebes, Hendra Purnomo (74), mengatakan bisnisnya ini tetap eksis meski sempat terpuruk oleh keberadaan tol Trans-Jawa. Dia menyebut kondisi itu tidak berlangsung lama dan sekarang sudah kembali normal.

"Pelanggan saya yang semula tidak mampir karena lewat tol, sekarang dibela-belain keluar tol untuk membeli di sini. Karena memang kami menjaga mutu telur asin," tutur Hendra saat ditemui terpisah.

Halaman

(rih/rih)