Puluhan Warung di Pantai Batam Sari Tegal Rusak Diterjang Ombak

Imam Suripto - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 19:49 WIB
Puluhan warung di Pantai Batam Sari Tegal rusak dihantam ombak, Rabu (14/10/2020).
Penampakan warung di obyek wisata Pantai Batam Sari, Kelurahan Panggung, Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah, yang rusak diterjang ombak. (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Tegal -

Puluhan bangunan warung di kawasan obyek wisata Pantai Batam Sari, Kelurahan Panggung, Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah, rusak diterjang ombak. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Peristiwa itu terjadi di sisi timur Pantai Alam Indah (PAI). Ada puluhan warung di area ini yang rusak parah usai dihantam ombak tinggi. Berdasarkan cerita pemilik warung, gelombang tinggi terjadi pada Rabu (14/10) pukul 03.00-10.00 WIB.

"Dari kemarin kemarin sebenarnya sudah mulai ombak. Tapi hari ini mulai jam 03.00 WIB ombaknya paling besar. Bahkan sampai siang masih besar meski tidak seperti pagi tadi," kata Fauzi saat ditemui di warungnya yang rusak diterjang ombak, Kota Tegal, Rabu (14/10/2020).

Fauzi bercerita air laut juga sempat pasang sehingga mengakibatkan warung-warung di kawasan obyek wisata pantai Batam Sari itu terendam. Mayoritas bangunan yang rusak merupakan bagian depan warung.

"Paling parah umumnya bagian depan warung yang menghadap pantai. Termasuk teras sama kursi pengunjung banyak yang rusak," sambung Fauzi.

Hingga siang ini, para pemilik warung masih sibuk membersihkan warungnya yang rusak dihantam ombak. Mereka sibuk memilah barang-barang yang bisa diselamatkan dari lapak jualan mereka.

Ditemui terpisah, anggota Pusdalops BPBD Kota Tegal Hanif menyebut ada 37 warung di Pantai Batam Sari yang rusak dihantam ombak. Sebagian dari warung itu mengalami rusak ringan.

"Hasil asessment tadi kami hitung ada 37 warung yang rusak. Rusak ringan sebanyak 22 dan rusak parah 15 warung," terang Hanif di kantornya.

Puluhan warung di Pantai Batam Sari Tegal rusak dihantam ombak, Rabu (14/10/2020).Puluhan warung di Pantai Batam Sari Tegal rusak dihantam ombak, Rabu (14/10/2020). Foto: Imam Suripto/detikcom

Dia menerangkan obyek wisata Pantai Batam Sari masih ditutup selama pandemi virus Corona. Sehingga banyak warung yang rusak tidak dijaga pemiliknya.

Sementara itu, Forecaster BMKG Tegal Hendy Andriyanto menyebut gelombang tinggi ini merupakan dampak tidak langsung dari adanya Siklon Tropis Nangka di daratan Hainan, China. Dia juga menyebut ada konvergensi massa udara di Laut Jawa yang mengakibatkan gelombang tinggi antara 1,25-2,5 meter di Laut Utara Jawa.

"Gelombang tinggi ini sebagai dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Nangka di daratan Hainan, China. Kemudian juga dipengaruhi oleh adanya konvergensi masa udara di Laut Jawa. Hal ini lah yang menyebabkan terjadinya gelombang tinggi," pungkas Hendy.

(ams/sip)