8 Penyusup Demo Omnibus Law di Balai Kota Solo Jadi Tersangka

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 16:22 WIB
Massa yang diamankan Polresta Solo, Kamis (24/9/2020).
Sejumlah orang yang diamankan di Polresta Solo. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo -

Polisi menangkap 148 orang yang diduga hendak menyusup dalam aksi demonstrasi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di Balai Kota Solo, Senin (12/10). Delapan orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolresta Solo, Kombes Ade Safri Simanjuntak, mengatakan mereka menjalani proses hukum dalam kasus berbeda. Dua di antaranya kedapatan membawa alat pemukul

"Dua orang ketahuan membawa alat pemukul, disembunyikan di jaket mereka. Mereka jadi tersangka dan masih menjalani pemeriksaan," kata Ade Safri saat dihubungi detikcom, Rabu (14/10/2020).

Kemudian enam orang lainnya menjadi tersangka karena ketahuan membawa minuman keras jenis ciu saat hendak mendatangi lokasi unjuk rasa. Mereka telah menjalani sidang tindak pidana ringan.

"Enam orang terbukti membawa minuman keras. Empat orang dewasa, dua anak-anak. Yang dewasa sudah menjalani sidang tindak pidana ringan kemarin, yang anak-anak kita diversi, disuruh membuat pernyataan dan dipanggil orang tuanya," kata dia.

Selain itu, terdapat satu orang lainnya yang terindikasi merupakan salah satu perusuh dalam demonstrasi di Tugu Kartasura pekan lalu. Dia diserahkan kepada Polres Sukoharjo untuk menjalani pemeriksaan.

"Kemarin kita identifikasi satu per satu. Kita cocokkan dengan kamera CCTV di Tugu Kartasura, dan satu orang itu diduga menjadi salah satu perusuh di sana. Kita serahkan ke Polres Sukoharjo," ujar Ade.

Ade Safri mengatakan 148 orang tersebut ditangkap polisi saat menyisir delapan akses menuju Balai Kota Solo. Mereka rata-rata merupakan pelajar hingga pengangguran.

"Saat itu unjuk rasa hanya dilakukan tiga kelompok. Kita dapat informasi akan adanya penyusup. Maka kita sisir akses sekitar Balai Kota, dan kita dapatkan 148 orang," ungkapnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Muh Alfan, membenarkan telah menerima pelimpahan seorang terduga perusuh demo Tugu Kartasura. Saat ini pihaknya masih mendalami keterlibatannya.

"Betul, kami menerima satu orang dari Polresta Solo yang diduga terlibat dalam kerusuhan di Tugu Kartasura. Masih kita dalami perannya," ujar Alfan.

(sip/rih)