Anggota Satpol PP Semarang yang Kawal Pelanggar Prokes Wafat Positif Corona

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 17:52 WIB
Sars-CoV-19 test tube in purple protective glove, virus illustration on computer screen in background
Ilustrasi Corona. Foto: Getty Images/iStockphoto/PS3000
Semarang -

Seorang petugas Satpol PP Kota Semarang, Jawa Tengah meninggal dunia dengan status positif virus Corona atau COVID-19. Petugas tersebut sebelumnya sempat bertugas mengantar dan mengawal pelanggar protokol kesehatan yang reaktif virus Corona.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengungkap anggotanya yang berusia sekitar 50 tahun tersebut meninggal setelah sempat dirawat di ICU.

"Sempat dirawat di ICU dan meninggal tanggal 8 Oktober, positif COVID," kata Fajar saat dihubungi detikcom, Selasa (13/10/2020).

Fajar menjelaskan anggota tersebut aktif mengikuti operasi yustisi penegakan protokol kesehatan. Sekitar minggu ketiga September, petugas itu mengawal pelanggar protokol kesehatan yang hasil rapid test-nya reaktif.

"Iya betul, ada pelanggar reaktif, dia mengawal," jelasnya.

Beberapa hari kemudian petugas tersebut mengeluhkan sakit dan segera dibawa ke rumah sakit. Penanganan dilakukan bahkan sempat dibawa ke ICU.

"Mengeluh sakit dan badannya panas. Dirawat di ICU, beberapa hari kemudian meninggal," lanjutnya.

Fajar tidak bisa memastikan kapan anggota itu tertular virus Corona. Namun jika dihitung mundur 14 hari, lanjutnya, ada kemungkinan anggotanya itu tertular oleh pelanggar protokol kesehatan yang dia kawal sebelumnya.

"Ditariknya kan 14 hari, ya sekitar itu," ujar Fajar.

Satpol PP Kota Semarang kemudian melakukan penyemprotan disinfektan di kantor dan tes swab kepada para anggota.

"Iya sudah dilakukan tracing oleh DKK (Dinas Kesehatan Kota Semarang)," katanya.

Dengan adanya anggotanya yang meninggal ditambah dirinya yang juga pernah positif COVID-19, Fajar mengimbau masyarakat benar-benar patuh protokol kesehatan dengan memakai masker.

"Apa susahnya memakai masker? Ayo patuhi protokol kesehatan juga dengan cuci tangan dan jaga jarak," tegasnya.

(sip/ams)