Ngaku Bagi-bagi CSR, 3 Pria Ini Kuras Tabungan Nasabah di Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 17:04 WIB
Kartu ATM asli milik korban yang dikuras isi tabungannya, Selasa (13/10/2020).
Kartu ATM asli milik korban yang dikuras isi tabungannya (Foto:dok. Humas Polres Klaten)
Klaten -

Polisi menangkap tiga orang komplotan penipu yang menyasar nasabah bank di Klaten. Ketiga pelaku ini menipu korbannya dengan berpura-pura sebagai pegawai BUMN.

"Pelaku berpura-pura sebagai karyawan BUMN yang akan membagikan uang program corporate social responsibility (CSR). CSR untuk diberikan ke yayasan atau ke anak yatim piatu melalui korban," kata Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andriansyah Rithas Hasibuan di Mapolres Klaten, Selasa (13/10/2020).

Andriansyah menerangkan pelaku lalu membujuk korban untuk membuat ATM baru untuk menampung uang transferan dari pelaku. Setelah membuat ATM dengan PIN dari pelaku, diam-diam ATM korban ditukar dengan ATM palsu milik pelaku.

"ATM korban ditukar ATM palsu milik pelaku. Akhirnya uang yang berada di tabungan korban diambil oleh para pelaku," ungkap Andriansyah.

Salah satu korban inisial HS (54) merupakan warga Kecamatan Wedi, Klaten. HS menjadi korban penipuan pada Kamis (1/10) pukul 08.30 WIB usai dari bank. Setelah mengetahui tabungannya terkuras, korban lalu melapor ke Polres Klaten.

"Kerugian sekitar Rp 60 juta. Kasusnya dilaporkan ke Polres," lanjut Andriansyah.

Dari penyelidikan polisi, pada Jumat (9/10), mulai diketahui jejak pelaku.

"Jumat, 9 Oktober 2020 sekira pukul 20.00 WIB tim Resmob mendapat informasi para pelaku berada Kabupaten Pati. Kemudian tim Resmob melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan," terang Andriansyah.

Tiga penipu nasabah di Klaten yang berpura-pura bagi CSR namun justru menguras tabungan korban, Selasa (13/10/2020)Tiga penipu nasabah di Klaten yang berpura-pura bagi CSR namun justru menguras tabungan korban, Selasa (13/10/2020) Foto: dok. Istimewa

Andriansyah menerangkan tiga pelaku yang ditangkap yakni LU (56) warga Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat; ES (60) warga Palmerah, Jakarta Pusat dan AS (48) warga Kota Bekasi, Jawa Barat. Sejumlah barang bukti seperti kartu ATM disita dari tangan pelaku.

"Barang bukti satu ATM milik pelaku yang diberikan kepada korban, ATM milik korban, mobil, dan beberapa ponsel. Para pelaku masih dimintai keterangan," tutur Andriansyah.

Sementara itu, Kanit Resmob Satreskrim Polres Klaten Ipda Ngurah Made Pandu Prabawa menambahkan modus para pelaku menemui nasabah yang menarik uang di bank. Saat bertemu korban, satu pelaku mengaku pegawai BUMN sedang bagi-bagi uang CSR.

"Korban ditunjukkan uang cash Rp 2 juta lalu datang teman pelaku pura-pura mendukung. Kata pelaku CSR akan ditransfer," terang Pandu di lokasi yang sama.

Pandu menerangkan korban yang hanya membawa buku tabungan diminta membuat ATM dan PIN yang ditentukan oleh pelaku. Setelah ATM jadi, korban lalu diajak pergi oleh pelaku.

"Dibawa pergi bapak itu (korban) dari bank dengan mobil dan di jalan ATM-nya diminta dengan pura-pura akan dilihat. Saat itulah ATM korban ditukar dengan ATM palsu," jelas Pandu.

Setelah itu, terang Pandu, korban lalu diturunkan dari mobil dan tabungannya dikuras. Korban sadar uang tabungannya dikuras saat akan mengambil uang.

"Sebenarnya ini mungkin bukan gendam tapi penipuan, tapi dibuat seperti drama sehingga korban terlena," pungkas Pandu.

(ams/rih)