Polisi Magelang Ungkap Anak-anak Ikut Demo Digerakkan #STMBergerak

Eko Susanto - detikNews
Sabtu, 10 Okt 2020 16:50 WIB
Kapolres Magelang Kota AKBP Nugroho Ari Setyawan, Sabtu (10/10/2020).
Kapolres Magelang Kota AKBP Nugroho Ari Setyawan. (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Kota Magelang -

Polisi mengamankan 149 anak terkait kericuhan di tengah demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di Kota Magelang kemarin. Mereka disebut ikut demo karena digerakkan #STMBergerak.

"Anak-anak, SMP dan SMA. Itu saya tanya, ada lima yang terakhir saya tanya, mereka digerakkan oleh #STMBergerak. STM bergerak secara nasional. Dengan tagar itu menggerakkan mereka dalam setiap event-event demo di seluruh Indonesia," ujar Kapolres Magelang Kota AKBP Nugroho Ari Setyawan sela-sela menghadiri simulasi pencoblosan saat pandemi di Lapangan Nambangan, Kota Magelang, Sabtu (10/10/2020).

Nugroho menyebut anak-anak tersebut tidak tahu apa-apa terkait demo yang sedang digelar saat itu di dekat Artos Mall. Mereka, kata Nugroho hanya mengikuti ajakan yang didapat dari media sosial.

"Ini kewaspadaan untuk kita semua, anak-anak ini nggak tahu apa-apa, tapi hanya tahu apa yang dikatakan teman-teman, apa yang dikatakan di medsos, harus melakukan kekerasan dan sebagainya. Ini yang perlu kita bersama-sama untuk melakukan pencegahan," jelasnya.

Sebelumnya Nugroho menjelaskan polisi mengamankan 149 anak dari kericuhan di Kota Magelang kemarin.

Nugroho belum mengungkap peran anak-anak tersebut dalam kericuhan maupun demo kemarin. Menurutnya, polisi mengamankan anak-anak itu untuk mencegah aksi anarkis yang berkelanjutan.

"Anak-anak dari kelompok itu juga nggak tahu peran mereka, apakah benar mereka yang melempar, mereka yang mukuli polisi, apakah yang melempar batu, kita tidak tahu," urainya.

Diberitakan sebelumnya, aksi demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja di depan Artos Mall Magelang, Kota Magelang, Jawa Tengah, diwarnai lemparan batu dan tembakan gas air mata kemarin. Aksi itu diikuti oleh massa yang menamakan diri Gerakan Rakyat Magelang Raya (Geram).

Akibat kericuhan itu, sejumlah pot, lampu maupun kaca di Gedung Wiworo Wiji Pinilih yang berada di samping DPRD Kota Magelang, pecah. Selain itu, rambu lalu lintas juga rusak berserakan di jalan. Papan nama DPRD Kota Magelang juga rusak dicopoti.

(sip/sip)