8 Mahasiswa UAD Yogya Terluka Saat Demo di Malioboro

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 14:01 WIB
Massa melempari botol air mineral ke arah petugas Kepolisian yang berjaga di pintu masuk Gedung DPRD Provinsi Yogyakarta, Kamis (8/10/2020).
Demo di DPRD DIY, Jalan Malioboro berakhir ricuh kemarin. Foto: PIUS ERLANGGA/detikcom
Yogyakarta -

Delapan orang mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dilaporkan mengalami luka-luka saat mengikuti demo di depan DPRD DIY, Malioboro, kemarin. Mereka sempat dirawat di tiga rumah sakit berbeda.

"Ada 8 mahasiswa yang mengalami luka-luka dan dirawat di tiga rumah sakit. 6 mahasiswa di antaranya dirawat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, 1 mahasiswa di Klinik Utama Asri Medical Center, dan 1 mahasiswa di RS Bethesda," kata Wakil Rektor UAD Bidang Kemahasiswaan Gatot Sugiharto saat dihubungi wartawan, Jumat (9/10/2020).

Gatot menjelaskan delapan mahasiswa itu kini telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Dia mengungkap di antara para mahasiswa itu ada yang terinjak dan pingsan.

"Iya biasa karena ada yang terinjak, pingsan karena capek, lari. Karena kemarin posisinya sedang tidak kondusif jadi ada yang keinjak, pingsan, diangkut oleh ambulans itu terus mereka dirawat," sambungnya.

Dia menyebut massa aksi demo dari UAD berjumlah sekitar 400 orang yang terdata dan berada di bawah BEM UAD. Namun, Gatot menyebut kemungkinan ada mahasiswa yang berasal dari luar BEM turut serta dalam demo.

Selain itu, hingga saat ini pihaknya masih terus memastikan informasi adanya mahasiswa UAD yang diamankan di Polresta Yogyakarta.

"Untuk yang di Polresta masih berkembang, data simpang siur. Tidak semua mahasiswa yang ikut aksi kemarin masuk ke data kita tapi yang termasuk ke data kita 95 persen sudah kembali. Itu yang di bawah koordinasi BEM UAD," ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan advokasi terhadap mahasiswa UAD yang diduga saat ini diamankan di Polresta Yogyakarta.

"Lalu ini dengan tim PKBH UAD sedang melakukan advokasi ada beberapa anak yang ditangkap di Polresta Yogyakarta

"Tapi kita masih akan memastikan, karena masuk Polresta agak sulit," katanya.

Gatot menyampaikan jika saat ini masih terus berusaha mencari informasi mahasiswa UAD yang belum ditemukan. Namun, sebagian besar mahasiswa UAD dikabarkan sudah kembali.

"Ini ada juga informasinya yang belum ketemu. Saya menduga rasa takut akhirnya HP-nya tidak aktif dan susah dikontak tapi ada beberapa dengan kesadaran sendiri memberitahukan jika sudah aman," pungkasnya.

(sip/ams)