Ricuh! Polisi Tembak Gas Air Mata ke Massa Solo Raya Menggugat

ADVERTISEMENT

Ricuh! Polisi Tembak Gas Air Mata ke Massa Solo Raya Menggugat

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 17:59 WIB
Massa demo Omnibus Law di Sukoharjo ricuh, polisi tembakkan gas air mata, Kamis (8/10/2020).
Demo Omnibus Law Cipta Kerja di Sukoharjo ricuh, Kamis (8/10/2020). (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Sukoharjo -

Massa Solo Raya Menggugat yang menggelar demo protes UU Omnibus Law Cipta Kerja di Bundaran Tugu Kartasura, Sukoharjo, ricuh. Polisi langsung menembakkan gas air mata dan massa berhamburan menjauh.

Pantauan detikcom, Kamis (8/10/2020) situasi memanas ketika massa ingin memasang spanduk ke atas baliho pada sekitar pukul 17.20 WIB. Polisi sempat melarang mereka, namun massa nekat memasangnya.

Kemudian terjadi provokasi dari arah utara. Massa mulai melempari batu dan botol air minum ke arah polisi.

Sejumlah orang terkena lemparan batu hingga luka-luka. Para korban dilarikan ke Bank BRI.

Gedung Bank BRI yang menjadi tempat polisi bersiaga pun menjadi sasaran. Kaca ruang ATM pecah dilempar batu oleh massa.

Aparat Sabhara dan Brimob langsung terjun memukul mundur massa. Massa kocar-kacir, namun tetap berusaha melempari polisi.

Sebelum kericuhan pecah, beberapa orang sempat menyalakan flare dan kembang api. Tampak demonstran yang berada di sisi selatan menyalakan flare berwarna merah. Di sisi utara pun ada demonstran yang menyalakan flare hijau.

Seusai lagu Indonesia Raya selesai berkumandang, suara kembang api tiba-tiba meletus di tengah massa. Massa pun semakin riuh dan bertepuk tangan.

"Hati-hati.. hati-hati.. provokasi," kata massa yang meneriakkan yel-yel.

(sip/rih)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT