Sempat Ricuh, Massa Tolak UU Cipta Kerja di DPRD Kudus Bubarkan Diri

Dian Utoro Aji - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 14:46 WIB
Massa gelar demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di DPRD Kudus, Kamis (8/10/2020).
Massa gelar demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di DPRD Kudus, Kamis (8/10/2020). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Aksi demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan gedung DPRD Kudus sempat kembali memanas sebelum massa membubarkan diri. Massa sempat melakukan aksi vandal atau merusak, seperti merobek baliho bergambar anggota DPRD dan coret-coret.

Pantauan detikcom, massa sebelum membubarkan diri sempat naik ke atas baliho bergambar DPRD Kudus di depan gedung wakil rakyat, Kamis (8/10/2020). Mereka sempat naik ke atas baliho dan merobek gambar anggota DPRD Kudus.

Setelah itu, tampak massa juga membakar ban di depan gedung DPRD Kudus. Namun tiba-tiba mobil water cannon Polres Kudus keluar dari DPRD Kudus. Massa pun memanas menantang untuk disemprot.

Tak sampai di situ, lemparan botol kembali terjadi terhadap petugas keamanan. Mobil water cannon pun dipaksa mundur kembali masuk di gedung DPRD Kudus. Hingga akhirnya aksi lempar tersebut kembali mereda. Massa bubar sekitar pukul 12.30 WIB.

Setelah bubar terlihat sisa bakar-bakar di depan gedung DPRD Kudus. Selain itu juga coretan tulisan yang mengatai DPRD Kudus. Tidak hanya itu, spanduk bertulisan sindiran DPR juga terpasang di sejumlah lokasi.

Massa gelar demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di DPRD Kudus, Kamis (8/10/2020).Massa gelar demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di DPRD Kudus, Kamis (8/10/2020). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma mengatakan secara umum aksi berlangsung damai. Ratusan personel diterjunkan untuk pengamanan aksi tersebut. Menurutnya jika ada kericuhan sedikit adalah hal biasa terjadi.

"Alhamdulillah aksi secara umum berlangsung dengan damai. Tidak anarkis, kalau sedikit itu hal yang biasa," kata Aditya kepada wartawan di depan Gedung DPRD Kudus, Kamis (8/10/2020).

"Kita tetap pantauan jalan raya jika kembali aksi, jangan merusak di jalan. Kita patroli untuk mengawasi mereka," sambung dia.

Aditya mengatakan bahwa hingga aksi tolak Omnibus Law berakhir tidak ada massa yang diamankan. Meskipun demikian, ke depan antisipasi aksi terus dipantau oleh pihak kepolisian.

"Tidak ada, sementara sampai saat ini belum ada pelaku massa yang diamankan. Antisipasi tetap kita berusaha menggalang mereka. Kalau masyarakat akan melaksanakan aksi, maka melakukan aksi dengan damai. Kita harus hati-hati, jangan sampai menimbulkan klaster yang baru," lanjut dia.

Sementara itu, pantauan di sekitar lokasi aksi demo terlihat kondusif. Massa tampak membubarkan diri.

(rih/sip)