Oknum Sipir Diduga Selundupkan Sabu di Rutan Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 22:36 WIB
Kepala Rutan Kelas IA Solo, Urip Dharma Yoga, saat meungkap kasus dugaan penyelundupan sabu-sabu.
Kepala Rutan Kelas IA Solo, Urip Dharma Yoga, saat mengungkap kasus dugaan penyelundupan sabu-sabu. (Foto: Istimewa)
Solo -

Seorang oknum sipir atau petugas penjara di Rutan Kelas IA Solo berinisial F diduga menyelundupkan sabu-sabu. Hal tersebut berdasarkan temuan penggunaan barang terlarang itu oleh dua orang narapidana.

Kepala Rutan Kelas IA Solo, Urip Dharma Yoga, mengatakan F merupakan staf bidang pembinaan. Untuk penyelidikan lebih lanjut, F diserahkan kepada Polresta Solo.

"Malam ini juga kita serahkan kepada Polresta Solo. Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan kepolisian," kata Urip di Rutan Solo, Rabu (7/10/2020).

Urip menjelaskan awalnya dia menggelar tes urine secara acak kepada warga binaan. Ternyata ada dua orang narapidana yang terindikasi menggunakan narkoba.

Kedua orang tersebut berinisial A yang berasal dari blok C1 dan inisial D dari blok B2. Petugas langsung melakukan penggeledahan ke sel mereka.

"Setelah ditemukan dua orang positif narkoba, kita langsung geledah kamar mereka. Dari situ kita temukan barang bukti sabu sisa pakai seberat 0,5 gram," ujar dia.

Selain sabu-sabu, petugas juga menemukan empat buah ponsel dan dua charger. Dari pemeriksaan dua narapidana itu, diketahui bahwa sabu-sabu diselundupkan oleh F. Pelaku juga mengakui telah menyelundupkan ponsel sebanyak empat kali.

"Dia mengaku sudah empat kali menyelundupkan handphone dengan jumlah delapan handphone. Selanjutnya kasus akan dikembangkan kepolisian," ujar Urip.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Solo Kompol Djoko Satrio mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan kasus. Polisi akan mendalami jaringan narkoba yang menjerat narapidana dan sipir Rutan Solo.

"Ini merupakan sinergitas kita bersama. Kami sangat berterima kasih kepada pihak rutan. Tentu dengan temuan ini akan kita menyelidiki untuk mengungkap siapa jaringan di atasnya," kata Djoko.

(bai/rih)