Populer di Jateng Pekan Ini

Penyesalan Waket DPRD Kota Tegal yang Jadi Tersangka Kasus Dangdutan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 03 Okt 2020 13:11 WIB
Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo diperiksa sebagai tersangka kasus dangdutan di tengah pandemi di Polda Jateng, Semarang, Rabu (30/9/2020).
Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo di Mapolda Jateng, Semarang, Rabu (30/9/2020). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Yogyakarta -

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo ditetapkan sebagai tersangka kasus dangdutan yang digelarnya di tengah pandemi virus Corona atau COVID-19. Wasmad mengaku menyesal dan meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan masyarakat.

Wasmad telah diperiksa Polda Jateng sebagai tersangka kasus dangdutan. Sebagai penyelenggara acara, Wasmad menyampaikan permintaan maafnya.

"Karena sudah isu nasional, kami secara pribadi sekaligus sebagai sohibul hajat meminta maaf setulus tulusnya khususnya kepada Presiden Republik Indonesia, bapak Haji Insinyur Jokowi dan TNI Polri khususnya resor Kota Tegal dan jajaran Polda Jateng yang secara respon proses secara profesional," kata Wasmad usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Jateng, Rabu (30/9/2020).

"Kami sampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Jateng dan Kota Tegal," imbuhnya.

Kepada wartawan, Wasmad juga mengatakan siap menjalani proses hukum dan menerima apapun saksi yang akan dijatuhkan. Ia juga menyebut sudah melakukan langkah rapid test dan swab kepada keluarga dan panitia yang hasil seluruhnya non-reaktif.

"Kami akan ikuti proses yang berjalan, agar persoalan cepat selesai sehingga masyarakat tahu (penanganan) kejadian ini tidak ada tebang pilih," jelasnya.

Wasmad diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Jateng selama 5 jam. Wasmad ditetapkan sebagai tersangka dalam penyelenggaraan konser dangdut untuk hajatan pernikahan dan sunatan di Lapangan Tegal Selatan tanggal 23 September 2020. Penonton yang hadir membeludak dan banyak yang tidak bermasker.

Anggota legislatif itu dianggap melanggar Pasal 93 UU No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan Jo Pasal 216 ayat (1) KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP karena membuat acara yang mengundang kerumunan dan abai protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19.

Wasmad diperiksa sebagai tersangka hari Rabu (30/9) mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Sebanyak 56 pertanyaan dari penyidik harus dijawab oleh Wasmad.

"Hari ini (kemarin) pemeriksaan tersangka, kita memberikan pertanyaan kepada tersangka, ada 56 pertanyaan yang dikaitkan ke unsur pasal dan keterangan dari saksi-saksi," kata Direskrimum Polda Jateng Kombes Wihastono Yoga Pranoto di Mapolda Jateng, Rabu (30/9).

Wihastono menjelaskan, Wasmad sudah mengakui perbuatannya. Sebanyak 18 saksi sudah diperiksa termasuk ahli kesehatan dan ahli bahasa.

"Yang bersangkutan mengakui bahwa melakukan pelanggaran atau mengabaikan untuk tidak melakukan atau menggelar konser," kata Wihastono.

Untuk diketahui, hajatan keluarga Wasmad itu berbuntut panjang, mulai dari penetapan tersangka terhadap Wasmad, tes massal di Tegal, dan juga pencopotan Kapolsek Tegal Selatan Kompol Joeharno. Kini proses hukum berjalan dan Wasmad terancam hukuman 1 tahun penjara gara-gara menggelar konser dangdut di tengah pandemi Corona.

(rih/rih)