Dipecat PDIP Gegara Istri Nyabup Lewat Partai Lain, Bupati Semarang Buka Suara

Akbar Hari Mukti - detikNews
Jumat, 02 Okt 2020 17:39 WIB
Bupati Semarang Mundjirin, Jumat (2/10/2020).
Bupati Semarang Mundjirin, Jumat (2/10/2020). (Foto: Akbar Hari Mukti/detikcom)
Kabupaten Semarang -

Bupati Semarang Mundjirin dipecat PDIP karena mendukung sang istri, Bintang Narsasi, di Pilkada Semarang 2020. Mundjirin mengaku pasrah atas keputusan PDIP tersebut.

"Kami pasrah saja. Itu kan sudah dinyatakan pelanggaran berat, maka kami tak bisa apa-apa," kata Mundjirin ditemui di Kantor Bupati Semarang, Ungaran Barat, Jumat (2/10/2020).

PDIP memecat Mundjirin karena dinilai melakukan pelanggaran berat, sebab PDIP memutuskan mengusung wabup petahana Ngesti Nugraha dan M Basari (Ngebas) di Pilbup Semarang.

Anak Mundjirin, Biena Munawa Hatta, yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Semarang juga dipecat PDIP. Mundjirin mengaku dirinya dan anaknya tidak berencana melakukan gugatan ataupun perlawanan terkait pemecatan tersebut.

"Ketentuan partai seperti itu. Kami berdua tak akan melakukan gugatan. Sudah dinyatakan salah kok. Kami terima dengan ikhlas," katanya.

Disinggung terkait pencalonan istrinya, Bintang Narsasi Mundjirin, di Pilbup Semarang 2020, diakuinya sudah solid.

"Pencalonan ibu sudah mantap. Anak saya (Biena Munawa) dinilai partai (PDIP) ikut ibunya, ya sudah. Yang betul seperti apa hanya kami yang tahu," ujar Mundjirin.

Sebelumnya, Mundjirin dan Biena Munawa Hatta resmi dipecat oleh PDIP. Surat pemecatan Mundjirin dan Biena Munawa Hatta dari PDIP itu diteken Megawati pada Senin (28/9) lalu.

"Secara resmi PDIP memecat Mundjirin dan Biena Munawa Hatta dari keanggotaannya di partai," jelas Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPC PDIP Kabupaten Semarang, The Hok Hiong, ditemui di Kantor DPC PDIP, Bawen, Kamis (1/10).

The Hok menyebut Mundjirin dan Biena yang mendukung Bintang Narsasi maju Pilbup Semarang merupakan pelanggaran berat. Sebab di Pilbup Semarang, PDIP telah memutuskan mengusung wabup petahana Ngesti Nugraha dan M Basari (Ngebas).

Usai pemecatan ini, baik Mundjirin maupun Biena dilarang berkegiatan dan menduduki jabatan apa pun yang mengatasnamakan PDIP.

PDIP saat ini juga tengah memproses Penggantian Antarwaktu (PAW) Biena.

"Surat perintah ke fraksi PDIP DPRD Kabupaten Semarang menindaklanjuti SK dari DPP langsung dikirim Kamis (1/10) sore kemarin," kata Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Semarang Bondan Marutohening saat dihubungi detikcom soal proses PAW Biena, Jumat (2/10).

Maka menurut Bondan, terkait PAW Biena hanya tinggal menunggu waktu.

"Tunggu tanggal mainnya saja. Logikanya memang seperti itu, karena sudah dipecat maka keanggotaannya dicabut," jelasnya.

(rih/sip)