Tentang Api Abadi Mrapen yang Kini Padam, Obor Asian Games hingga Api Dharma

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 02 Okt 2020 16:55 WIB
Api abadi Mrapen padam. Kepala Desa Manggarmas Achmad Mufid menyebut api abadi Mrapen itu padam sudah sepekan lalu. Foto diambil Jumat (2/10/2020)
Api Abadi Mrapen, Grobogan, Jumat (2/10/2020). Foto: Febrian Chandra/detikcom
Yogyakarta -

Api Abadi Mrapen yang terletak di Dusun Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mendadak padam. Jika menengok ke belakang, Api Abadi Mrapen dipakai untuk berbagai kegiatan olahraga seperti Asian Games hingga kegiatan keagamaan umat Buddha.

Seperti dirangkum dari pemberitaan detikcom, Api Abadi Mrapen dipakai sebagai sumber api obor Pekan Olahraga Nasional (PON) yang rutin digelar di Tanah Air. Begitu pun saat pesta olahraga Internasional Ganefo pada 1 November 1963, api obornya diambil dari Mrapen.

Hingga gelaran Asian Games 2018 dengan Indonesia sebagai tuan rumah, obor Asian Games disulut api yang bersumber dari Api Abadi Mrapen dipadukan dengan api abadi India.

Penyulutan api obor Asian Games 2018 di Mrapen dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) saat itu, Puan Maharani.

Api ditaruh dalam thunderbox, kemudian diberikan ke Puteri Indonesia dan berlanjut ke Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Selanjutnya, oleh Ganjar diserahkan ke torch ambassador, Yustedjo Tarik, sang legenda tenis Indonesia. Prosesi penyerahan api berlangsung meriah.

Arak-arakan api obor Asian Games dimulai oleh Yustedjo dari Mrapen kemudian ke Candi Prambanan, DIY.

"Sejak 56 tahun lalu, Indonesia adalah tuan rumah Asian Games. Ini sejarah yang terkenang. Semoga sukes penyelenggaraannya, sukses opening (dan) closing-nya," kata Puan dalam sambutannya, Rabu (18/7/2018).

"Bahkan, kehormatan buat Grobogan karena apinya diambil mewakili seluruh Indonesia. Nantinya di Candi Prambanan nanti sore, apinya dikawinkan dengan (api dari) India," ucap Puan.

Sementara itu untuk kegiatan keagamaan, Api Abadi Mrapen dipakai oleh umat Buddha. Seperti pada tahun 2019 lalu, umat Buddha melaksanakan pengambilan api dharma atau api alam Waisak di Api Abadi Mrapen, Grobogan.

Seperti diberitakan detikcom, Jumat (17/5/2019), prosesi diawali dengan Puja Bakti oleh masing-masing Majelis Agama Buddha.

Sejumlah biksu menyalakan lilin lima warna di altar. Lima warna tersebut yakni warna biru melambangkan bakti, warna kuning (bijaksana), merah (cinta kasih), putih (kesucian), dan warna oranye lambang semangat.

Para perwakilan majelis kemudian membacakan parita suci dengan khusyuk dan khidmat. Hingga akhirnya mereka melakukan pengambilan api di Mrapen.

"Dalam rangka Perayaan Tri Suci Waisak Candi Mendut dan Candi Agung Borobudur Magelang 14-19 Mei 2019," kata ketua panitia pelaksana pengambilan api, Tanto Sugito Harsono, kepada wartawan di kawasan api abadi Mrapen, Jumat (17/5/2019).

Setelah pengambilan api abadi, akan diadakan upacara pemberkatan api.

"Nanti api akan dibawa dengan mobil. Api akan disemayamkan dan disandingkan dengan air suci yang kemarin diambil dari Umbul Jumprit (Desa Tegalrejo, Ngadirejo, Kabupaten Temanggung)," kata Tanto.

Tanto menjelaskan bahwa api merupakan sumber kehidupan yang berguna untuk semua.

"Jadi kita sendiri umat Buddha tidak hanya doa untuk sendiri tapi untuk bangsa," harapnya.

Selain itu, lokasi Api Abadi Mrapen juga dibangun museum olahraga dan menjadi destinasi wisata. Namun selama pandemi virus Corona atau COVID-19 ini lokasi wisata ditutup sementara.

Selanjutnya
Halaman
1 2