Kolase Foto Ma'ruf Amin-'Kakek Sugiono', PP Muhammadiyah: Tak Bermoral!

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 17:44 WIB
Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Rabu 923/1/2019).
Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Rabu (23/1/2019). (Foto: dok detikcom)
Yogyakarta -

Unggahan viral di Facebook yang menunjukkan foto Wakil Presiden Ma'ruf Amin disandingkan dengan foto bintang porno asal Jepang, Shigeo Tokuda alias Kakek Sugiono. Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menilai itu perbuatan tak bermoral dan harus diusut melalui jalur hukum.

"Itu perbuatan yang tidak bermoral dan merendahkan martabat KH Ma'ruf Amin sebagai ulama dan Wakil Presiden," kata Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti kepada detikcom, Selasa (29/9/2020).

Dia juga meminta kasus tersebut segera diusut melalui jalur hukum agar menjadi efek jera bagi pelakunya. Apalagi peristiwa serupa pernah terjadi sebelumnya.

"Polisi harus mengusut tuntas pelakunya dan memproses sesuai hukum yang berlaku. Karena ini merupakan peristiwa kedua setelah kasus K-POP," ucapnya.

Selain itu, Abdul juga meminta kepada masyarakat untuk tidak mempermainkan pemimpin bangsa, khususnya melalui media sosial (medsos). Pasalnya hal itu dapat menciptakan suasana tak kondusif.

"Masyarakat hendaknya tidak mempermainkan dan mengolok-olok ulama dan pemimpin bangsa melalui media apapun. Hendaknya media sosial dimanfaatkan untuk tujuan dan kegiatan yang baik, benar, dan bermanfaat sebagai wujud kepribadian dan peradaban bangsa yang utama," ujar Abdul.

Diberitakan sebelumnya, tangkapan layar posting-an dalam salah satu akun Facebook berisi foto Wapres Ma'ruf Amin dan disandingkan dengan gambar animasi wajah 'Kakek Sugiono' viral. Pengunggah menulis narasi: 'Jangan kau jadikan dirimu seperti Ulama tetapi kenyataannya kau penjahat agama. Diusia Senja Banyaklah Berbenah untuk ketenangan di Alam Barzah. Selamat melaksanakan Ibadah Shalat Jumat'.

detikcom telah melihat akun FB pengunggah foto itu, tapi posting-an sudah tak ada lagi. Selain itu, pemilik akun menulis permohonan maaf kepada keluarga besar Ma'ruf hingga keluarga besar Ansor, khususnya Tanjungbalai.

"Dari hati yang paling dalam dan menghaturkan sepuluh jari sekali lagi saya mohon maaf," demikian tulis pemilik akun.

Ketua GP Ansor Tanjungbalai Salman Al Hariz menyebut pihaknya telah mengetahui posting-an itu. Mereka juga mengatakan sudah melakukan tabayun.

"Iya, ini sudah kita tabayunkan bersama pengurus PCNU Kota Tanjungbalai," ujar Salman.

Simak video 'Tingkat Kepuasan Kinerja Ma'ruf Jauh Lebih Rendah dari Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/sip)