Tidak Ada Kampanye Terbuka di Jateng!

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 09:06 WIB
Ilustrasi fokus (bukan buat insert) Pilkada Langsung Ditinjau Ulang (Nadia Permatasari/detikcom)
Ilustrasi (Nadia Permatasari/detikcom)
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan agar tidak ada kampanye terbuka dalam Pilkada 2020 di 21 daerah di Jawa tengah. Ia juga mengingatkan soal kampanye tertutup agar diperhatikan peserta usia 50 tahun ke atas dan yang memiliki komorbid.

Hal itu diungkapkan Ganjar usai rapat dengan Ketua KPU, Ketua Bawaslu, Kapolda Jateng, Pangdam IV/Diponegoro, dan Kajati Jateng di gedung Gradhika Bakti Praja, kompleks kantor Gubernur Jateng.

"Tadi dari KPU dan Bawaslu sudah dijelaskan, tidak ada kampanye terbuka. Yang boleh kampanye tertutup dengan maksimal 50 orang. Jadi saya harap aturan ini betul-betul dilaksanakan," kata Ganjar, Senin (28/9/2020).

Meski diperbolehkan untuk kampanye tertutup, namun Ganjar tetap menekankan untuk mematuhi aturan yang membatasi peserta 50 orang. Ia juga menyebut pakar mengatakan tetap ada risiko penularan COVID-19 meski dibatasi pesertanya.

"Tadi diingatkan, pakar menyampaikan sangat jelas bahwa meski terbatas harus hati-hati. Mereka yang usianya 50 tahun ke atas, memiliki komorbid, ibu hamil dan beberapa lainnya memiliki resiko tinggi. Jangan sampai terjadi sesuatu yang akan membahayakan. Jadi, kami berharap semuanya dipatuhi demi menata Jawa Tengah lebih baik lagi," jelasnya.

Sementara itu Ketua Bawaslu Jateng, Fajar mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan pihak terkait jika terjadi pelanggaran dalam kampanye dan proses lainnya. Ia menyebut dalam 3 hari pertama kampanye ini belum ada laporan pelanggaran, namun sempat ada pembubaran persiapan konvoi di Kabupaten Pekalongan.

"Tiga hari ini belum ada laporan masuk. Ada di satu Kabupaten tindakan konvoi, sudah tegur, tegur tertulis dan buat pernyataan kemudian bubarkan. Di Kabupaten Pekalongan," kata Fajar.

(alg/mbr)