Terpopuler Sepekan Jateng: Tukang Becak Kena Corona Nekat Cari Penumpang

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 15:55 WIB
Warga menunjukkan becak S yang digembok di Kota Tegal, Selasa (22/9/2020).
Salah seorang warga menungjukkan becak S yang digembok. (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Kota Tegal -

Seorang penarik becak di Kota Tegal, berinisial S (53), membuat resah karena tetap beraktivitas mencari penumpang meski dinyatakan positif virus Corona atau COVID-19. Tetangga sempat mengungsi karena S juga sempat mendatangi rumahnya.

Saat dimintai konfirmasi wartawan pada Selasa (22/9), Ketua RT di Kecamatan Tegal Selatan, Muhammad Sahri (40), menjelaskan S beserta istri dan seorang anaknya dinyatakan positif Corona pada Senin (14/9). Ketiganya merupakan orang tanpa gejala (OTG).

Setelah hasil swab menyatakan positif Corona, ketiganya melakukan isolasi mandiri di rumah. Rumah yang dijadikan tempat isolasi ini, kata Sahri,dihuni sembilan orang dari tiga keluarga.

Namun S membuat resah para tetangganya karena masih keluyuran menarik becak dan mangkal di depan kantor Pegadaian, Jalan KS Tubun, Kota Tegal, pada Kamis (17/9). Bahkan seorang warga pernah melihat S membawa seorang penumpang.

"Meski yang bersangkutan harusnya melakukan isolasi mandiri, tapi ternyata masih keluyuran. Dia tetap mbecak nyari-nyari penumpang. Bahkan ada warga yang melihat dia bawa penumpang," ungkap Sahri.

Sementara itu, Ketua RW tempat tinggal S, Zurohtun Anis, mengaku sangat menyayangkan tindakan S. Menurutnya, alasan S masih kerja karena tuntutan ekonomi.

Salah seorang tetangga S, Sunarto, menceritakan harus mengungsikan keluarganya karena S yang tidak tertib isolasi diri. Sebab, kata Sunarto, S beberapa kali datang ke rumahnya. Saat S datang, hanya ada istri dan anaknya yang ada di rumah.

"Sudah tiga kali mendatangi rumah saat saya tidak ada di tempat, jadi istri dan anak-anak saya ketakutan," kata Sunarto.

Terkait hal tersebut, Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi mengatakan, hasil koordinasi dengan Lurah Debong Tengah dan Camat Tegal Selatan, disepakati akan membantu kebutuhan keluarga S. Tujuannya agar pasien tetap berdiam di rumah selama masa isolasi.

Jumadi mengatakan apabila ada pasien isolasi di rumah, pemerintah berkomitmen membantu kebutuhan harian keluarga. Selain itu, untuk menjamin S tidak keluyuran mencari penumpang, pihak keamanan telah mengunci becak milik S dengan gembok.

Tonton juga 'Maryono, Tukang Becak Viral yang Gigih Bekerja Demi Keluarga':

[Gambas:Video 20detik]

(sip/sip)