Berulah Lagi, 36 Napi Asimilasi di Jateng Kembali ke Sel

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 09:38 WIB
Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Jateng Priyadi
Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Jateng Priyadi (Foto: Angling/detikcom)
Semarang -

Sebanyak 36 narapidana asimilasi di Jawa Tengah kembali meringkuk di jeruji besi. Mereka terbukti melakukan pelanggaran hingga terlibat tindak pidana.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah (Jateng) Priyadi menuturkan ada sekitar 5 ribu napi yang mendapatkan asimilasi dan integrasi. Meski sudah keluar sel, para napi ini tetap diawasi dan dilakukan pembinaan.

"Jumlah teknis sekitar 5.000 karena sudah beberapa bulan ini," kata Priyadi di kantor Kanwilkum HAM Jawa Tengah, Semarang, Rabu (23/9/2020).

Priyadi menuturkan dari ribuan napi asimilasi itu, ada 36 orang yang dikembalikan ke sel. Selain itu, ada pula tujuh orang yang melakukan pelanggaran integrasi.

"Ada 36 orang, yang pidana 11. Jadi pelanggarannya bukan hanya disiplin, bukan hanya melakukan kejahatan, tapi ketika tidak memenuhi syarat pembimbingan yang ditentukan pembimbing pemasyarakaatan, maka asimilasi atau reintegrasi dicabut," jelasnya.

Dia merinci dari 11 orang yang melakukan pidana, enam di antaranya terlibat kasus pencurian dengan dalih masa pandemi virus Corona atau COVID-19. Sementara sisanya ada juga yang terlibat perkelahian.

"Ada 6 kasus pencurian di awal-awal karena bingung situasinya (pandemi). Ada juga yang berkelahi," ujar Priyadi.

Priyadi menyebut pemberian asimilasi juga berdampak positif pada penghematan. Dia menyebut uang itu rencananya akan dialihkan untuk membeli vitamin atau menambah fasilitas pembinaan di dalam Lapas.

"Dari biaya makan saja hemat hampir Rp 6 miliar. Kan bisa dipakai yang lain, katakanlah untuk beli vitamin, fasilitas pembinaan dalam lapas. Terkait situasi ini berencana bangun garmen di Lapas di Solo, Semarang, Magelang," ujarnya.

(alg/ams)