Tipu Gandakan Uang Via Ritual, Pria Ini Gasak Ratusan Juta di Sleman

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 15:14 WIB
SYD alias Yadi (50) dirilis Polsek Mlati Sleman, Senin (21/9/2020).
SYD alias Yadi (50) dirilis Polsek Mlati Sleman, Senin (21/9/2020). (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Seorang pria berinisial SYD alias Yadi (50) warga Mlati, Sleman ditangkap polisi karena melakukan penipuan bermodus ritual mistis. Dalam aksinya, pelaku berhasil menggasak uang Rp 335,7 juta.

"Pelaku mengaku bisa menggandakan uang menggunakan berbagai macam ritual dengan media batara kalang, rantai babi, batu akik, candu, minyak jafaron, kembang setaman, kendi, dan lain-lain," kata Kapolsek Mlati Kompol Hariyanto di kantornya, Senin (21/9/2020).

Pelaku memperdayai korban, HB (52) pada 20 Agustus lalu. Hariyanto menjelaskan, saat beraksi, pelaku menggunakan berbagai trik untuk meyakinkan korbannya, Seperti mengeluarkan akik dari dalam telur, memakai media batara kalang, rantai babi serta kembang setaman, dan membakar candu sampai asap memenuhi ruangan.

Trik terakhir yang dilakukan pelaku adalah mengeluarkan uang Rp 3 juta dari dalam kardus. Korban yang tidak menyadari sejumlah trik itu lantas menuruti permintaan pelaku.

"Korban kemudian percaya dan selanjutnya pelaku minta uang untuk syarat. Korban memberikan uang sebanyak 40 kali mulai April 2020 hingga Juli 2020. Total kerugian korban mencapai Rp 335.750.000," ungkap Hariyanto.

Hasil pemeriksaan polisi, pelaku diketahui merupakan residivis dan bebas pada 2015 lalu.

"Pelaku residivis dengan kejahatan yang sama, dulu di wilayah Ngemplak," ucapnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Mlati Iptu Dwi Noor Cahyo menambahkan, korban pernah mencoba membeli syarat untuk ritual. Namun pelaku menyebut syarat tersebut tidak bisa digunakan.

"Pelaku ini minta uang untuk membeli syarat (untuk ritual). Tapi pernah si korban membeli syarat sendiri tapi oleh pelaku syarat yang dibeli korban tidak berguna karena khodamnya berbeda," kata Dwi.

Korban baru merasa curiga setelah pelaku tidak bisa dihubungi. Sejauh ini korban belum menikmati uang hasil penggandaan yang dijanjikan oleh pelaku.

"Korban belum pernah mendapat uang hasil penggandaan. Korban merasa curiga karena pelaku sempat tidak bisa dihubungi," terangnya.

Lihat juga video 'Ngaku Bisa Gandakan Uang, Nenek di Makassar Diciduk Polisi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2