Populer di Jateng Pekan Ini

Wabup Petahana Demak Tak Lolos Tes Kesehatan Pilkada

Mochmad Saifudin - detikNews
Minggu, 20 Sep 2020 08:48 WIB
Ali Mahsun mendaftar gantikan Cawabup petahana Demak yang tak lolos tes kesehatan, Rabu (16/9/2020).
Foto: Ali Mahsun mendaftar gantikan cawabup petahana Demak yang tak lolos tes kesehatan, Rabu (16/9/2020). (Mochamad Saifudin/detikcom)
Demak -

Wakil Bupati (Wabup) petahana Demak Joko Sutanto dinyatakan tidak lolos tes kesehatan Pilkada 2020. Joko yang mendampingi bakal calon bupati Demak Eisti'anah tersebut terpaksa harus diganti Ali Makhsun melalui rapat pimpinan partai pengusung.

Eisti'anah bersama Joko telah mengantongi enam dukungan partai saat mendaftar di KPU Demak. Enam partai tersebut, yaitu PDIP (11 kursi), PKB (9 kursi), Golkar (7 kursi), PPP (5 kursi), Demokrat (3 kursi), dan PAN (1 kursi).

"Alhamdulillah, kita sudah melengkapi berkas dan sudah memenuhi syarat. Untuk ke depannya kita mengikuti tahapan-tahapan yang sudah disampaikan tadi. Nanti kita tanggal 8-9 (September) kita akan melakukan tes kesehatan," terang Eisti didampingi Joko Sutanto di KPU Demak, Jalan Kiai Turmudzi, Demak, Jumat (4/9/2020).

Kendati telah mendaftar di KPU Demak, Joko Sutanto tak bisa melanjutkan tahapan Pilkada 2020 lantaran tak memenuhi syarat (TMS) dalam tes kesehatan. KPU Demak menyatakan Joko Sutanto mengalami gangguan penglihatan saat tes kesehatan di RSUP dr Kariadi, Semarang.

"Dari hasil yang ada, untuk pasangan Eisti'anah dan Joko Sutanto, memang statusnya dalam prosedur dokumen ini statusnya belum memenuhi syarat, karena ada salah satu yaitu wakilnya, Joko Sutanto di hasil tes kesehatannya, statusnya adalah tidak memenuhi syarat," kata Ketua KPU Demak, Bambang Setya Budi usai menyampaikan berita acara di KPU Demak, Minggu (13/9).

"Dari 10 item, statusnya menurut dokter, sifatnya sistemik ada gangguan sistemik tetapi yang paling menonjol pada bagian penglihatan. Ini yang kemudian dijadikan tolok ukurnya," sambung Bambang.

Bambang menerangkan sesuai ketentuan PKPU tahun 2020 pasal 54 ayat 3, harus dilakukan pergantian calon bagi peserta Pilkada yang tak memenuhi syarat tes kesehatan. Eisti'anah pun harus mengganti pasangannya beserta perbaikan dokumen selama tiga hari, 14-16 September 2020.

Mengacu pada Keputusan KPU 394 tentang tata cara pendaftaran, penelitian, pengambilan nomor urut, dan penetapan calon, tim Eisti juga diminta melengkapi persyaratan dokumen BKWK dan B1KWK. Dokumen B1KWK ini merupakan dokumen rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai koalisi.

"Bahwa di dalam melaksanakan proses pergantian bapaslon, maka seluruh proses dokumen pencalonan juga harus diperbarui. Yaitu BKWK harus diperbarui, itu artinya adalah kesepakatan berkoalisi untuk mendukung bapaslon, maka wakilnya juga harus diganti. Kemudian B1KWK atau lebih sederhananya dibahasakan rekomendasi DPP itu juga harus diperbaharui. Maka kemudian mekanisme itu yang harus dilakukan," terangnya.

Sementara itu, Ketua Koalisi Tim Parpol Pengusung Eisti'anah, Fahrudin Bisri Slamet menyampaikan terpaksa mengganti Joko Sutanto dengan tokoh NU, Ali Makhsun sebagai pasangan Eisti'anah maju Pilkada 2020.

"Kita mengambil dari warga nahdliyin," ungkap Slamet yang juga Ketua DPC PDIP Demak itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2