Polisi Ungkap Eksekutor Perampokan Toko Emas di Blora Pensiunan TNI

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 18:52 WIB
Polda Jateng gelar jumpa pers kasus perampokan toko emas di Blora, Rabu (16/9/2020).
Polda Jateng gelar jumpa pers kasus perampokan toko emas di Blora, Rabu (16/9/2020). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Aksi perampokan di toko emas Tony Mustika, Kabupaten Blora diungkap Polda Jawa Tengah. Satu pelaku yang berperan sebagai eksekutor ternyata pensiunan TNI.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Wihastono Yoga Pranoto menggelar jumpa pers dan menghadirkan tiga pelaku yaitu inisial SFK (47) warga Kabupaten Malang, ATR (23) warga Surabaya, dan MAE (28) warga Kabupaten Gresik. Saat ditanya soal apakah SFK merupakan pensiunan TNI, Wihastono membenarkan.

"Iya (benar pensiunan TNI)," kata Wihastono di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Rabu (16/9/2020).

Ia kemudian menjelaskan SFK merupakan eksekutor dalam aksi yang terjadi 25 Juli 2020 lalu itu. Ditemani ATR, mereka menodongkan soft gun yang dibuat mirip pistol asli, sedangkan tersangka lainnya mengawasi keadaan.

"SFK dan ATR berperan sebagai eksekutor dan MAE mengawasi," jelasnya.

"Ini mirip senpi asli, soft gun dimodifikasi," imbuhnya.

Mereka berhasil menggasak 117 perhiasan emas dan menyebabkan kerugian Rp 274 juta. Hasil merampok dibawa oleh SFK dan dijual untuk membayar utang dan kemudian dibagi ke dua tersangka lainnya.

"Hasil penjualan emas tersebut sebagian sudah digunakan untuk membayar utang, perjalanan selama ke daerah Jawa Barat, kebutuhan hidup, dan dikirim ke ATR dan MAE," ujar Wihastono.

Pelaku SFK ditangkap di Jawa Barat saat perjalanan menggunakan bus. Saat itu SFK hendak menjual sisa perhiasan.

"Untuk pelaku ATR dan MAE ditangkap di Surabaya," kata Wihastono.

Para pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Wihastono juga menjelaskan tersangka SFK merupakan residivis kasus penggelapan, dan MAE merupakan residivis kasus curanmor.

Selanjutnya
Halaman
1 2