Kepala Dindagkop Blora Dipanggil Jaksa Soal Dugaan Jual Beli Kios Pasar

Febrian Chandra - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 12:26 WIB
Kepala Dindagkop Blora Sarmidi memenuhi panggilan Kejari, Rabu (16/9/2020).
Foto: Kepala Dindagkop Blora Sarmidi memenuhi panggilan Kejari, Rabu (16/9/2020).(Febrian Chandra/detikcom)
Blora -

Kejaksaan Negeri Blora masih mendalami dugaan praktik jual beli kios di Pasar Induk Cepu. Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Dindagkop) Blora Sarmidi dipanggil jaksa pagi ini terkait dugaan tersebut.

"Hari ini kita panggil Kepala Dindagkop Pak Sarmidi guna dimintai keterangan terkait kasus di Pasar Cepu," kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Blora Muhammad Adung kepada detikcom, Rabu (16/09/2020).

Pantauan detikcom, Sarmidi tampak memenuhi panggilan dan tiba di Kejari Blora pada sekitar pukul 09.00 WIB. Adung menjelaskan, Sarmidi akan dimintai keterangan di antaranya tentang pengelolaan pasar dan aliran dana yang diduga dari praktik jual beli kios.

"(Dimintai keterangan) Seputar pengelolaan pasar, termasuk di dalamnya aliran dana dan atas perintah siapa pelaksanaan pungutan itu," terangnya.

Adung menjelaskan, besaran uang yang ditarik dari pedagang di Pasar Cepu bervariasi mulai dari Rp 30 juta, Rp 60 Juta hingga Rp 75 juta. Uang tersebut, kata Adung, beberapa di antaranya sudah disetorkan ke kas daerah (Kasda).

"Ada sekitar tiga kali gelombang disetorkan ke Kasda. Mulai dari tahun 2019 hungga 2020. Jumlah uang yang di setorkan ke Kasda kurang lebih sekitar Rp 500 juta. Dan uang itu masih ada di Kasda," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2