Fakta Baru Kasus Tewasnya PSK di Kamar Hotel Sleman

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 19:37 WIB
Garis polisi dilarang melintas..Grandyos Zafna//ilustrasi/detikcom
Ilustrasi. (Foto: Grandyos Zafna)
Sleman -

Kasus kematian seorang pekerja seks komersial (PSK) usai melayani tamunya di Sleman masih dalam penyidikan polisi. Saat ini, polisi masih menunggu hasil autopsi. Selain itu, polisi telah menetapkan satu orang sebagai tersangka yaitu salah seorang tamu berinisial AP (23) warga Purworejo.

"Sudah dilakukan autopsi pemeriksaan dalam, tapi untuk hasilnya belum keluar. Ini untuk mengetahui penyebab kematiannya," ujar Kanit Reskrim Polsek Depok Barat, Sleman, Iptu Isnaini kepada wartawan, Selasa (15/9/2020).

Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik sehingga polisi belum bisa menyimpulkan kasus ini merupakan kasus pembunuhan.

"Apakah ada penyebab lain, seperti keracunan atau apa, ini masih menunggu hasil lab (laboratorium). Makanya kami belum berani menentukan ini suatu tindak pidana pembunuhan atau percobaan pembunuhan," terangnya.

Sejauh ini, polisi telah meminta keterangan dari beberapa saksi termasuk keluarga korban. Hasilnya, korban tidak memiliki riwayat sakit.

"Dari keterangan keluarga tidak ada riwayat sakit," ucapnya.

Kendati demikian, polisi menemukan obat yang menurut keterangan suami korban merupakan obat gemuk. Saat ditemukan, obat itu telah dikonsumsi.

"Kemarin ditemukan di dalam tasnya ada obat. Menurut suami korban itu adalah obat gemuk, itu jumlahnya sudah berkurang, itu (jumlahnya) 60 sudah berkurang empat," bebernya.

Isnaini mengungkapkan telah melakukan gelar perkara. Dari gelar perkara tersebut, pihaknya menetapkan AP (23) warga Purworejo, Jawa Tengah sebagai tersangka. AP ini merupakan pria yang berada di dalam kamar bersama korban.

Pertimbangannya, yaitu AP diduga melakukan pencurian ponsel milik korban. Tersangka juga diduga lalai sehingga menyebabkan korban meninggal.

Simak juga video 'Ketua DPRD Lebak Ditemukan Meninggal Dunia di Hotel Tangsel':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2