Petahana Dipastikan Lawan Kotak Kosong di Pilkada Sragen

Andika Tarmy - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 09:45 WIB
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Senin (16/3/2020).
Kusdinar Untung Yuni Sukowati, foto diambil sebelum pandemi Corona. (Foto: Andika Tarmy/detikcom)
Sragen -

Pilkada Kabupaten Sragen dipastikan hanya diikuti satu pasangan calon. Hingga masa perpanjangan pendaftaran ditutup, tidak ada pasangan calon lain yang mendaftar.

"Karena hingga batas waktu pendaftaran malam ini pukul 24.00 WIB tidak ada paslon yang mendaftar, sudah bisa dipastikan Pilkada Kabupaten Sragen akan diikuti satu pasangan calon," ujar Ketua KPU Sragen, Minarso, usai membacakan berita acara penutupan pendaftaran bakal calon peserta Pilkada di Kantor KPU Sragen, Senin (14/9/2020).

Minarso mengatakan, satu-satunya bakal pasangan calon yang telah melakukan pendaftaran adalah pasangan bupati petahana Kusdinar Untung Yuni Sukowati -Suroto. Pasangan tersebut diusung gabungan partai Koalisi Gotong Royong yakni PDI Perjuangan, PKB, Golkar, PAN, Demokrat, Nasdem.

"Satu pasangan calon yang mendaftar adalah pasangan Yuni-Suroto. Pasangan ini mendaftar dan syarat pencalonan dinyatakan sah 4 September lalu," paparnya.

Sesuai aturan, sambung Minarso, KPU Sragen sudah mengumumkan tahapan perpanjangan pendaftaran bakal calon peserta Pilkada, 11-13 September 2020. Namun hingga perpanjangan pendaftaran ditutup, tidak ada bakal calon lain yang melakukan pendaftaran.

"Sempat ada utusan dari warga masyarakat yang datang ke kami menanyakan perihal persyaratan pencalonan, namun hingga batas akhir pendaftaran tidak ada paslon yang datang," terangnya.

Minarso melanjutkan, secara regulasi jika hanya ada satu pasangan calon yang mengikuti Pilkada maka lawannya adalah kotak kosong. Paslon baru dinyatakan memenangi Pilkada jika bisa meraup lebih dari 50 persen suara.

"Artinya yang mencoblos calon juga sah, yang mencoblos yang kosong juga sah. Nah penentuan siapa calon yang terpilih itu syaratnya lebih dari lima puluh persen suara sah," urainya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan Yuni-Suroto sebenarnya sempat berpeluang mendapatkan lawan. Mengingat masih ada dua partai yakni Partai Gerindra (5 kursi) dan PKS (6 kursi) yang belum mendaftarkan calonnya.

Gerindra sempat menurunkan rekomendasi kepada pasangan Sukiman-Iriyanto, Kamis (3/9), dengan syarat keduanya mampu meyakinkan PKS untuk berkoalisi. Namun hingga akhir masa perpanjangan pendaftaran, koalisi kedua partai tersebut gagal terjalin.

Tonton video 'Tak Netral di Pilkada, 56 ASN Terancam Kena Sanksi':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)