Chat Dosen Soal Kontrak Kuliah Ramai di Medsos, Pentingkah Buat Kesepakatan?

Kristina - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2020 20:23 WIB
Chat dosen soal kontrak perkuliahan, Sabtu (12/9/2020).
Foto: Chat dosen soal kontrak perkuliahan, Sabtu (12/9/2020).(Tangkapan layar Twitter @collegemenfess)

"Biasanya dosen memberikan yang pertama RPS, kemudian pemahaman pengantar materi jadi satu semester ke depan itu akan mempelajari materi apa saja, tema-temanya apa saja, referensi yang digunakan apa gitu," lanjut Dyah.

Masing-masing perguruan tinggi memiliki standar yang berbeda terhadap kontrak perkuliahan yang diberikan kepada mahasiswa. Dyah menjelaskan, biasanya ketetapan dari universitas adalah prosentase kehadiran, selebihnya diserahkan kepada masing-masing dosen pengampu mata kuliah.

"Kalau itu (standar kontrak perkuliahan) tergantung universitasnya," lanjutnya.

Umumnya, informasi yang terdapat dalam kontrak perkuliahan mencakup kriteria penilaian seperti prosentase kehadiran, UTS, UAS, dan tugas. Selain itu, keaktifan juga menjadi kriteria dalam pembobotan nilai.

Chat dosen soal kontrak perkuliahan, Sabtu (12/9/2020).Chat dosen soal kontrak perkuliahan, Sabtu (12/9/2020).(Tangkapan layar Twitter @collegemenfess)

Kontrak perkuliahan kemudian menjadi penting mengingat kebutuhan transparansi nilai oleh dosen kepada mahasiswa. Hal tersebut juga dimaksudkan untuk meminimalisir kasus-kasus penilaian yang tidak sesuai dengan ketetapan di awal kontrak perkuliahan seperti yang saat ini ramai diperbincangkan lewat media sosial Twitter.

Terkait perubahan kontrak perkuliahan, Dyah menyebut biasanya terjadi pada penyesuaian tugas yang diberikan. Untuk kriteria penilaian tidak ada perubahan.

"Tapi kriteria penilaian kok ya tidak ada perubahan. Yang berubah lebih ke penugasan," pungkasnya.

Halaman

(sip/sip)