Pendaftaran Pilkada, Bawaslu Jateng: Protokol COVID-19 Banyak Dilanggar

Achmad Syauqi - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2020 18:48 WIB
Tim Bawaslu Jateng di kantor KPU Kabupaten Klaten, Sabtu (5/9/2020).
Tim Bawaslu Jateng di kantor KPU Kabupaten Klaten, Sabtu (5/9/2020). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Bawaslu Jawa Tengah (Jateng) menyoroti pelanggaran protokol kesehatan virus Corona atau COVID-19 dalam proses pendaftaran Pilkada serentak 2020. Bawaslu pun menyinggung kesepakatan calon peserta Pilkada yang menyebut akan menaati protokol COVID-19.

"Secara umum berjalan cukup lancar di tahap pendaftaran dan belum ada masalah signifikan. Tapi kami mencatat protokol COVID yang sudah disepakati peserta pilkada dan parpol pengusung, ternyata banyak dilanggar," kata Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jateng, Anik Solihatun saat ditemui detikcom di sela pengawasan di kantor KPU Kabupaten Klaten, Sabtu (5/9/2020).

Anik mengungkapkan, sebelum masa pendaftaran Pilkada, Bawaslu sudah menggelar koordinasi dengan KPU, Polri dan semua pihak untuk pencegahan COVID-19. Namun ternyata tetap ditemukan pelanggaran.

"Semua pihak sudah sepakat jauh hari (pencegahan COVID-19). Kami menyayangkan ini, apalagi Pilkada ini adalah keselamatan kita bersama dan jika satu tidak patuh maka keselamatan kita semua terancam," jelas Anik.

Temuan di hampir semua daerah itu, sambung Anik, akan menjadi catatan dan evaluasi Bawaslu. Hal itu akan dibicarakan dengan partai politik dan semua pihak.

"Kita akan bicara lagi ini dengan partai politik dan semua pihak. Sebab setelah tahap pencalonan ini masih ada tahapan lain yang bisa rawan penyebaran COVID," ujar Anik.

Lebih lanjut, terang Anik, Bawaslu sedang berusaha menjaga agar tahapan Pilkada tidak menjadi klaster baru COVID-19. Tapi menurutnya, Bawaslu tidak bisa berjalan sendiri.

"Bawaslu tentu tidak bisa bekerja sendiri. Semua sangat tergantung pada kepatuhan masing-masing pihak," kata Anik.

Selanjutnya
Halaman
1 2