Bawaslu Ungkap Ada 3.352 Salah Hitung Data Pemilih Pilbup Sleman

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 13:38 WIB
Ketua Bawaslu Sleman M Abdul Karim Mustofa
Foto: Ketua Bawaslu Sleman M Abdul Karim Mustofa (Jauh Hari Wawan/detikcom)
Sleman -

Bawaslu Kabupaten Sleman menyebut ada kekeliruan penjumlahan data pemilih ke dalam formulir rekapitulasi sebanyak 3.352 data pemilih pada Pemilihan Bupati (Pilbup) Sleman 2020. Lokasinya di dua kecamatan, yakni di Kecamatan Gamping dan Kecamatan Minggir.

"Ada kekeliruan penjumlahan data pemilih sebanyak 3.352 data. Itu terdapat pada kolom pemilih A.KWK," kata Ketua Bawaslu Sleman, M Abdul Karim Mustofa, kepada wartawan di Sleman, Jumat (4/9/2020).

Seperti diketahui, formulir A.KWK adalah formulir data pemilih yang disusun oleh KPU dan selanjutnya dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di lapangan pada saat berlangsungnya tahapan coklit pada 15 Juli-13 Agustus 2020.

Karim mengatakan kekeliruan penjumlahan data pemilih A.KWK di Kecamatan Gamping terjadi di seluruh desa dan seluruh TPS sehingga jumlahnya cukup banyak mencapai 3.351. Sementara, di Kecamatan Minggir hanya terdapat kekeliruan 1 angka.

"Kekeliruan penjumlahan pemilih A.KWK di Gamping itu terjadi di Desa Balecatur, Ambarketawang, Banyuraden, Nogotirto, dan Trihanggo sebanyak 3.351 data," jelasnya.

Sebelum menghadiri rapat pleno rekapitulasi, Panwaslu Kapanewon Gamping bersama Bawaslu terlebih dahulu mengecek hasil pleno rekapitulasi DPHP tingkat desa yang dilakukan PPS se-Kecamatan Gamping.

"Dari hasil pengecekan itu, diketahui terdapat selisih sebanyak 3.351 pemilih yang telah ditetapkan di dalam pleno seluruh PPS dari jumlah yang seharusnya tercatat sebanyak 72.017 pemilih. Saat itu, jumlah keseluruhan hasil pleno rekapitulasi di PPS hanya berjumlah 68.486 pemilih," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2