Jumlah Pengawas Pemilu di Boyolali yang Kena Corona Tambah Jadi 34

Ragil Ajiyanto - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 13:14 WIB
Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina, Jumat (4/9/2020).
Foto: Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina, Jumat (4/9/2020). (Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Kasus pengawas pemilu yang terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19 di Boyolali bertambah 12. Sehingga total pengawas pemilu yang terpapar Corona di Boyolali kini menjadi 34 orang.

"Untuk pengawas Pemilu (jajaran Bawaslu Boyolali) bertambah 12 kasus, jadi dari 22 sampai saat ini total menjadi 34," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S Survivalina, ditemui usai kegiatan berolahraga senam di Alun-alun Kidul Pemkab Boyolali, Jumat (4/9/2020).

Ratri menjelaskan screening dilakukan kepada sekitar 370 pengawas pemilu di Boyolali. Para pengawas pemilu kata Ratri, harus dipastikan sehat saat bertugas.

"Alhamdulillah ini sudah bisa terdeteksi dengan cepat, karena setelah ini mereka kan harus dinyatakan sehat dahulu. Setelah isolasi mandiri selama 10 hari nanti kita lakukan lagi pemeriksaan swab untuk check up-nya, mudah-mudahan sudah sembuh, jadi mereka bekerja melayani masyarakat itu benar-benar aman," ujarnya.

Ratri menjelaskan terdapat penambahan 66 kasus positif COVID-19 di Boyolali selama tiga hari terakhir. Pada 1 September ada tambahan satu kasus baru. Kemudian 2 September bertambah 3 kasus dan tanggal 3 September atau Kamis kemarin bertambah 62 kasus.

Sehingga total kasus konfirmasi positif COVID-19 di Boyolali hingga hari ini yakni sebanyak 462 kasus. Rinciannya yakni pasien Corona yang masih dirawat ada 155, isolasi mandiri 18, selesai isolasi 267 dan meninggal dunia 22 orang.

Dia merinci ada 5 klaster baru dalam penularan virus Corona di Boyolali. Pertama yaitu klaster penularan dari pasien berinisial SUG dari Desa Gunung, Kecamatan Simo.

Selanjutnya
Halaman
1 2