Harga Anjlok, Petani di Magelang Pilih Sedekah Sayuran

Eko Susanto - detikNews
Rabu, 02 Sep 2020 18:10 WIB
Suasana sedekah sayuran yang dilakukan SAR dan Graskom Grabag, Kabupaten Magelang, Rabu (2/9/2020).
Suasana sedekah sayuran yang dilakukan SAR dan Graskom Grabag, Kabupaten Magelang, Rabu (2/9/2020). (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Magelang -

Sejumlah petani di lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sedekah sayuran karena harga di pasaran anjlok. Bagi-bagi sayuran gratis ini dibantu oleh relawan SAR Grabag bersama Graskom Grabag.

Sayuran yang dibagikan gratis ini antara lain sawi, kubis, jipang dan tomat.

Salah satu petani, Edi Wahono (43), warga Ketundan, Pakis, Kabupaten Magelang mengatakan, harga jual kubis per kilonya saat ini hanya Rp 500. Sedangkan biasanya rata-rata sekitar Rp 2.000 per kilogramnya. Untuk itu, kubis tidak dipanen dan dibiarkan saja karena kalau dipetik untuk biaya buruh petik saja tidak cukup.

"Ya kalau dijual sendiri kan harga juga rendah sekali, tidak bisa mencukupi untuk biaya buruh yang mengambil saja, sudah habis. Kalau sekarang sekilo kubis harganya Rp 500, ya rata-rata Rp 2 ribu per kilo. Yang lainnya misalnya tomat juga Rp 500, biasanya tomat di antara Rp 4 ribu, Rp 5 ribu. Lalu sawi kan kayaknya Rp 250, biasanya di atas Rp 1 ribu. Harga sayur di sini murah semua," kata Edi saat ditemui di lahan sayuran kubis dan tembakau di Pogalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Rabu (2/9/2020).

Menyinggung perihal sedekah sayuran ini, katanya, awalnya mengetahui dari status WA temannya soal sedekah sayuran. Dia kemudian mempersilakan siapapun untuk memetiknya, namun lokasinya yang jauh.

"Saya punya teman, Dik Mangin, lihat status dia. Punya dia sawi disedekahkan. Saya bilang kalau memang mau ngambil jauh di tempat saya daripada dibuat nganggur atau buat pakan sapi," ujarnya.

Dengan sedekah sayuran ini, Edi bersyukur karena sayuran yang ditanamnya masih ada yang memanfaatkannya.

"Alhamdulillah masih ada yang membutuhkan," tuturnya.

Petani lereng Merbabu di Kabupaten Magelang sedekah sayuran karena harga anjlok, Rabu (2/9/2020).Petani lereng Merbabu di Kabupaten Magelang sedekah sayuran karena harga anjlok, Rabu (2/9/2020). Foto: Eko Susanto/detikcom

Ia mengaku, jika dihitung secara ekonomi merugi dengan anjloknya harga sayuran. Hal ini mengingat di lahan sekitar 3.000-an meter persegi yang dia tanami kubis, untuk pembelian bibit saja sudah menghabiskan Rp 400 ribu.

"Secara ekonomi, hancur. Khusus yang sini, biaya bibit habis 5 ribu batang, per batang Rp 80 sudah habis Rp 400 ribu khusus bibit. Belum buat beli pupuk kandang, tenaga," tuturnya.

Hal senada diungkapkan petani lainnya, Jumangin (40), yang memiliki lahan di Jambewangi, Kecamatan Pakis. Ia pun memilih menyedekahkan sayuran sawi. Bahkan sampai ditawarkan kepada warga lainnya yang membutuhkan untuk memetik sendiri di lahannya.

"Saya senang, tidak mubazir. Alhamdulillah bisa berbagi, rasanya senang," ujarnya.

Sementara itu, pembagian sayuran dilakukan oleh relawan SAR di kawasan Grabag. Berlangsung mulai pukul 10.00 WIB sampai 11.00 WIB, satu pikap berisi sayuran langsung ludes. Warga tampak antusias dengan adanya pembagian gratis sayuran yang dilakukan SAR Grabag bersama Graskom Grabag ini.

Selanjutnya
Halaman
1 2