Kisah Ratu Kalinyamat, Perempuan Tangguh yang Lawan Portugis di Malaka

Dian Utoro Aji - detikNews
Minggu, 30 Agu 2020 11:17 WIB
Makam Ratu Kalinyamat di kompleks Masjid Mantingan di Desa Mantingan Kecamatan Tahunan, Jepara, Kamis (27/8/2020).
Foto: Makam Ratu Kalinyamat di kompleks Masjid Mantingan di Desa Mantingan Kecamatan Tahunan, Jepara, Kamis (27/8/2020).(Dian Utoro Aji/detikcom)

"Ratu Kalinyamat ini merupakan perempuan pemberani, beliau dua kali mengirimkan pasukan namun dua kali kalah, mungkin senjata atau taktik dan kembali ke pulai Jawa," kata Ali saat ditemui di kompleks Masjid Mantingan Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Kamis (27/8).

"Ratu Kalinyamat punya armada kapal 500 kapal, namun ada yang cerita 300 kapal, itu sangat luar biasa sekali, Nyai Ratu Kalinyamat seorang perempuan pemberani," sambung dia.

Sementara itu, Ketua Swara, Fani Efriza Alfariansyah, mengatakan, Suara Mahasiswa Jepara dibentuk sudah sejak tahun 2014 silam. Saat ini sudah ada 100 anggota mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia.

Menurutnya, webinar ini bertujuan untuk mengangkat identitas lokal yakni Jepara. Dia mengajak terutama mahasiswa baru diterima di kampus agar memahami identitas lokal, Jepara. Menurutnya Jepara dulu pernah menjadi pusat publik dunia.

"Kegiatan ini lebih pada penguatan identitas lokal, terutama maba atau mahasiswa baru. Mahasiswa baru yang sudah diterima kuliah, kita memberikan pemahaman identitas lokal, Jepara dulu menjadi pusat publik dunia," kata dia di tengah webinar.

"Kita lebih paham Jepara. Dan bisa menegaskan arti Jepara. Untuk tema, itu kami angkat kari menggali lebih dalam. Ada dua tema, kami mengupas bagaimana sosok Ratu Kalinyamat dalam segi penguatan maritim luar biasa, kini dan nanti dan sub tema kedua Jepara pusat ukir dunia," sambung dia.

Halaman

(sip/sip)