Cerita Kader PDIP Dicoret dari Cawabup Klaten-Diganti Politikus Golkar

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 28 Agu 2020 16:12 WIB
Kader PDIP, Aris Prabowo yang dicoret dari bacawabup Klaten dan diganti politikus Golkar, Jumat (28/8/2020).
Kader PDIP, Aris Prabowo yang dicoret dari bacawabup Klaten dan diganti politikus Golkar, Jumat (28/8/2020). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

PDIP mengubah komposisi pasangan bakal calon Bupati-Wakil Bupati Klaten di Pilkada serentak 2020. Kader PDIP, Aris Prabowo yang sebelumnya mendapat tiket bakal calon wakil bupati (bacawabup) mendampingi petahana Sri Mulyani, dicoret dan diganti oleh politikus Golkar Yoga Hardaya.

Perubahan komposisi bakal calon Bupati-Wakil Bupati Klaten itu diumumkan DPP PDIP hari ini. Apa tanggapan Aris atas keputusan partainya itu?

"Ya sebagai kader partai saya biasa saja. Proses ini kan sudah lama," kata Aris saat ditemui detikcom di posko sekaligus rumahnya, Mlaran, Nglinggi, Klaten Selatan, Jumat (28/8/2020).

Aris mengaku sudah mendengar informasi perubahan itu sejak tanggal 20 Juli lalu. Namun sejak saat itu belum ada kepastian hingga akhirnya hari ini diumumkan oleh DPP.

"Informasi itu (perubahan) sudah sampai ke saya secara pribadi tanggal 20 Juli dan selama itu belum ada perubahan. Dan baru per tanggal Jumat ini ada kejelasan," jelas Aris.

Aris mengungkapkan, sebelum ada kepastian hari ini, dia memang mendapat kabar perubahan rekomendasi tersebut pada Kamis (27/8) malam. Intinya rekomendasi berubah dari apa yang sudah dikeluarkan sebelumnya.

"Intinya rekom berubah dari apa yang sudah ada sebelumnya. Untuk itu saya pada kesempatan ini mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan dan saudara kami yang selama enam bulan berupaya dengan ketulusan dan hari ini semua terjawab sudah," ucap Aris.

Selain itu, dia sudah berkomunikasi dengan Ketua DPC PDIP Klaten yang juga bacabup petahana, Sri Mulyani. Intinya menyampaikan akan ada penyerahan rekomendasi.

"Akan ada penyampaian rekomendasi dari DPD partai. Tapi pasangannya berubah dari Partai Golkar," ungkapnya.

Selaku kader PDIP, Aris menegaskan dirinya tetap taat pada instruksi partai. Namun untuk sementara ini, dia belum bisa menentukan langkah selanjutnya.

"Kita juga belum tahu nanti konsolidasi di internal partai seperti apa. Karena itu keputusan DPP yang akan menyampaikan DPD partai," ujar Aris.

Saat ditanya apakah keberatan dengan perubahan itu, Aris mengaku rasa berat itu tetap ada. Tapi dia akan tetap berada di jalur politik.

"Kalau keberatan ya ada, itu manusiawi. Tapi saya ikhlas sebab terkadang kita juga tidak tahu apa kehendak illahi," kata Aris.

"Kalau di kehidupan politik ya memang saya jalurnya di politik. Pendewasaan saya di politik, dapat teman juga di jalur politik," ujar Aris.