Pasutri Ini Kantongi Setengah Miliar Diduga Suap Penerimaan Perangkat Desa

Andika Tarmy - detikNews
Rabu, 26 Agu 2020 17:06 WIB
Pasutri di Sragen ditahan gegara dugaan suap penerimaan perangkat desa, Rabu (26/8/2020).
Foto: Pasutri di Sragen ditahan gegara dugaan suap penerimaan perangkat desa, Rabu (26/8/2020). (Andika Tarmy/detikcom)
Sragen -

Kejaksaan Negeri Sragen menahan mantan Kades Trobayan Kecamatan Kalijambe, Suparmi dan suaminya, Suyadi. Keduanya ditahan atas dugaan suap bermodus menjanjikan para korbannya lolos seleksi perangkat desa dengan imbalan hingga ratusan juta rupiah.

Keduanya ditahan usai menjalani pemeriksaan selama tiga jam di Kantor Kejaksaan Negeri Sragen. Kedua tersangka keluar dari ruang pemeriksaan dengan mengenakan rompi tahanan berwarna merah pada sekitar pukul 13.30 WIB, siang tadi.

"Hari ini kami menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Polres Sragen. Setelah dilakukan penelitian berkas, kami lakukan penahanan hingga 20 hari ke depan," ujar Kasi Pidsus Kejari Sragen, Agung Riyadi, kepada wartawan di ruangannya, Rabu (26/8/2020).

Menurut Agung, perkara ini bermula saat adanya penerimaan seleksi perangkat desa pada 2018 lalu. Kedua tersangka, lanjutnya, mendatangi para calon perangkat desa dan meminta sejumlah uang sebagai salah satu syarat dalam penerimaan itu.

"Jadi ada empat orang yang dimintai uang. Jumlahnya bervariasi, ada yang dimintai Rp 200 juta, Rp 165 juta dan Rp 100 juta. Total yang diterima kedua tersangka Rp 515 juta. Setelah pengumuman, ternyata ada tiga orang yang tidak lolos seleksi," paparnya.

Agung melanjutkan, para korban yang tidak terima akhirnya melapor ke Polres Sragen karena kedua tersangka tidak memenuhi permintaan mereka untuk mengembalikan uang. Menurutnya, suami Kades Trobayan, Suyadi, turut berperan aktif mendatangi para korban untuk meminta uang.

Simak juga video 'Peran Pasutri Bupati-Ketua DPRD dalam Kasus Suap di Kutai Timur':

[Gambas:Video 20detik]