Emak-emak Ini Selundupkan Setengah Kg Sabu dalam Kemasan Teh Hijau

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Selasa, 25 Agu 2020 13:27 WIB
Emak-emak berinisilal RM ini ditangkap polisi karena jadi kurir sabu setengah kilogram
Foto: Emak-emak berinisilal RM ini ditangkap polisi karena jadi kurir sabu setengah kilogram (Jauh Hari/detikcom)
Sleman -

Jajaran Satres Narkoba Polres Sleman menangkap seorang ibu rumah tangga berinisial RM (40) warga Lampung terkait kasus narkotika. Emak-emak ini menjadi kurir sabu-sabu (SS) seberat 526 gram yang dimasukkan ke kemasan teh hijau.

Terbongkarnya peredaran sabu-sabu ini bermula dari pengembangan kasus sebelumnya. Berdasar informasi itu polisi kemudian melakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap RM di Boyolali.

"Kejadian 17 Agustus lalu sekitar pukul 22.45 WIB di Boyolali. Tersangka RM warga Lampung kita amankan di wilayah Boyolali di depan salah satu toko, kita geledah dan kita amankan 526 gram SS," kata Kasat Narkoba Polres Sleman AKP Andhyka Doni Hendrawan saat rilis kasus di Mapolres Sleman, Selasa (25/8/2020).

"Ini pengembangan kasus sebelumnya, ada sebulan yang lalu kami tangkap pelaku inisial JR," lanjutnya.

Tersangka mendapatkan barang haram itu dari seseorang di Jakarta yang saat ini masih buron. Untuk mengelabui petugas, RM memasukkan sabu-sabu itu ke dalam kemasan teh hijau.

"Dimasukkan bungkus kemasan teh hijau untuk mengelabui petugas. Dia ambil barang menggunakan angkutan darat. Ambil barang dari Jakarta. Kita masih lidik untuk (pemasok) yang di Jakarta," ungkapnya.

Barang haram itu, rencananya akan diedarkan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam bentuk paket kecil. Sebagai kurir, tersangka RM mendapat komisi sekitar Rp 10 juta.

"Jadi tersangka transit dulu di Boyolali. Infonya akan diedarkan di DIY dalam bentuk paket kecil. Untuk pelaku ini informasinya dapat komisi Rp 10 juta," terangnya.

Polisi mengungkapkan jika suami tersangka merupakan salah satu narapidana di Lapas Nusakambangan dalam kasus peredaran narkoba. Namun, Andhyka menegaskan jika pekerjaan RM sebagai kurir bukan atas perintah suaminya.

"Suaminya sekarang di Lapas Nusakambangan (terjerat) kasus narkoba. (Jadi kurir) Bukan atas perintah suami," tutur Andhyka.