Jadul! Menengok Koleksi Radio Transistor 'Warna-warni' di Magelang

Eko Susanto - detikNews
Rabu, 19 Agu 2020 08:50 WIB
Koleksi radio transistor milik Indra, warga Magelang, Selasa (18/8/2020).
Radio transistor koleksi Indra, warga Magelang, Selasa (18/8/2020). (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Magelang -

Indra Febriyanto (35), warga Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menjadi kolektor radio transistor. Koleksi radio transistor yang didapatkan dari berbagai kota totalnya hampir ratusan unit.

Saat detikcom berkunjung di rumahnya, Dusun Kendal Growong RT 02/RW 04, Desa Pucungrejo, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, tampak berbagai radio transistor dipajang di ruang tamu. Radio transistor yang dipajang tersebut dengan berbagai ukuran, bentuk, warna dan tahun pembuatan.

Indra Febriyanto yang biasa disapa Indra ini mengaku, mulai mengoleksi radio transistor sekitar 4 tahun yang lalu. Koleksi radio ini tak lain untuk mengabadikan dirinya yang dulunya sebagai salah satu penyiar radio.

"Saya mengoleksi radio transistor ini dari sudah sekitar 4 tahun yang lalu. Untuk radio ini karena dulu awal-awalnya itu bekerja di salah satu radio di Magelang, penyiar radio di Radio Tidar Magelang. Terus, lama-kelamaan, dari dulu suka barang lama, barang antik itu kan memang suka. Dari off air, ikut event-event radio terus siaran di radio itu, habis siaran terus berhenti. Sebelum berhenti, 'saya pengin banget piye carane untuk bisa mengabadikan saya sebagai seorang penyiar radio itu'. Nah karena suka lawasan, terus saya bermain radio transistor ini," tutur Indra saat ditemui di rumahnya, Selasa (18/8/2020).

Untuk mendapatkan radio transistor tersebut, Indra harus berburu menuju berbagai daerah. Bahkan ada juga yang didapatkan dari luar Jawa seperti Sumatera dan proses pengiriman dititipkan kepada agen bus. Adapun koleksi radio yang pertama didapatkan dari tukang reparasi di Kota Salatiga, kemudian Klaten dan ketiga dari Bogor.

Koleksi radio transistor milik Indra, warga Magelang, Selasa (18/8/2020).Koleksi radio transistor milik Indra, warga Magelang, Selasa (18/8/2020). Foto: Eko Susanto/detikcom

"Saya mencari radio, pertama kali saya dapat radio dari Salatiga, dari salah satu tukang reparasi juga. Mungkin dia, orang lawasan karena di rumahnya juga banyak barang-barang lawas. Yang kedua, saya sempat sampai di Jatinom, Klaten, untuk radio kedua. Untuk radio ketiga, saya dapat dari orang Bogor dikirim pakai bus," katanya.

Selain itu, ada yang diperoleh dari Cilacap, Purwokerto dan Sumatera. Sebelum ada online, pengiriman melalui agen bus, namun belakangan secara online. Adapun koleksi radio transistor ini yang lama buatan sekitar tahun 1955 sampai 1960-an, kemudian sampai yang terbaru ada.

Indra mengakui, alasan mengoleksi radio transistor karena bentuknya unik. Selain itu, radio transistor lebih simpel, terus lebih berwarna-warni. Kemudian, jika bercerita radio transistor kebanyakan orang masih banyak yang mengalami dibandingkan dengan radio tabung.

"Untuk radio transistor kalau saya bentuknya lebih unik. Artinya, lebih simpel, lebih kecil-kecil, terus lebih warna-warni. Terus mungkin nilai ceritanya radio transistor orang-orang sekarang masih menangi (mengalami), bahasanya menangi. Jadi kalau ada orang-orang sepuh, bapak-bapak yang lihat 'iki bapakku punya ini' kayak gitu. Cuma kalau radio tabung, nuwun sewu radio tabung itu tahun '20-an, tahun '30-an, mungkin orang-orang sekarang yang menangi benar-benar radio tabung sudah nggak banyak, sudah tinggal sedikit," tuturnya.

Indra menuturkan, mengkoleksi radio semenjak 4 tahun yang lalu hingga sekarang totalnya hampir 100 unit. Dari 100 unit tersebut, kondisinya 85 persen masih bisa menyala.

Simak juga video 'Berburu Ninetendo dan Walkman Jadul di 'The 90s Festival':

[Gambas:Video 20detik]