Merdeka! Akhirnya Mbah Min Pejuang Terlupakan Bisa Ikut Upacara

Kartika Bagus - detikNews
Senin, 17 Agu 2020 16:56 WIB
Mbah Min Semprong akhirnya bisa upacara
Mbah Min Semprong akhirnya bisa upacara. (Foto: Kartika Bagus/detikcom)
Solo -

Cita-cita Ngadimin Citro Wiyono (87) alias Mbah Min Semprong untuk bisa ikut upacara bendera peringatan kemerdekaan RI, bisa terlakasana. Hari ini dia mengikuti upacara sederhana bersama rekan-rekannya sesama pedagang asongan dan kaki lima.

Mbah Min mengaku pernah berjuang membantu TNI menjadi mata mata di masa revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan. Namun di masa tuanya dia menyambung hidupnya berjualan mainan di depan pintu gerbang kampus Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo.

Hari ini keinginannya ini bisa ikut upacara bendera bensar-benar terlaksanana. Atas inisiatif relawan, upacara digelar di boulevard kampus UNS, tepat pukul 10.15 WIB. Upacara itu diikuti para pedagang kaki lima dan pengasong yang biasa berdagang di kawasan tersebut.

Upacara digelar singkat namun khidmat. Hanya menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sambil memberikan hormat kepada sang saka merah putih. Mbah Ngadimin mengaku baru sekali ini ikut upacara kemerdekaan selama hidupnya.

Mbah Ngadimin mengaku ketika pecah perang kemerdekaan semasa agresi militer Belada ke-2 sekitar tahun 1948, dia baru berusia 16 tahun. Saat itu dirinya bertugas sebagai mata-mata kegiatan tentara Belanda di sekitar landasan udara Panasa (kini Lanud Adi Soemarmo) di Boyolali.

"Saya banyak mengucapkan terima kasih perjuangan di masa lalu, merasa terjunjung dalam peringatan 17 Agustus ini. Perjuangan saya tidak sia sia," jelas Ngadimin Senin (17/8/2020).

Mbah Min Semprong akhirnya bisa upacaraMbah Min Semprong akhirnya bisa upacara (Foto: Kartika Bagus/detikcom)

Sementara itu, inisiator acara Agus Widanarko mengatakan bahwa acara ini sebagai aksi sederhana yang diharapkan bisa membawa berkah juga semangat bagi Ngadimin. Setelah mendengar dan mengetahui ada salah satu pejuang, saksi sejarah Indonesia merdeka dan kini menggantungkan hidup dengan berjualan mainan anak-anak.

"Bahwa ini sebagai bukti anak muda tidak melupakan jasa jasa para pahlawan, pejuang khususnya bagi mereka yang masih hidup," paparnya.

Ngadimin Citro Wiyono, menjadi viral gara-gara berjualan mainan sampai larut malam meskipun usianya sudah sangat tua. Kisahnya menjadi semakin mendapat luas setelah dia mengisahkan bahwa dia pernah terlibat dalam perang fisik mempertahankan kemerdekaan.


(mbr/mbr)